Connect with us

LBH Banda Aceh: Qanun Pertanahan Mendesak

Aceh

LBH Banda Aceh: Qanun Pertanahan Mendesak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Keberadaan qanun untuk mengatur tentang pertanahan dinilai sangat dibutuhkan dan mendesak disahkan karena banyaknya konflik tanah antara perusahaan dan masyarakat di Aceh.

Hal itu mengemuka dalam seminar tentang ‘Upaya Pembenahatan Tata Kelola Pertanahan Sebagai Wujud Pelaksanaan Reforma Agraria Berbasis Kebijakan Lokal’ yang dilaksanakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Rabu kemarin.

Seminar itu menghadirkan akademisi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Mawardi Ismail, dan Bardan Sahidi dari DPR Aceh sebagai pemateri.

Selain itu, juga hadir perwakilan Dinas Pertanahan Aceh, Kanwil Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh, dan para aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat yang selama ini aktif dalam kerja penyelesaian konflik lahan di Aceh.

Menurut Mawardi, dengan banyaknya konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan di Aceh menjadi alasan akan kebutuhan Qanun Pertanahan.

“Ini alasan sosiologisnya,” katanya dalam siaran pers yang diterima acehkita.com.

Selain itu, lanjut Mawardi, Qanun Pertanahan juga merupakan perintah undang-undang yang harus dilaksanakan.

“Jadi, tidak perlu banyak kajian lagi. Kajian itu dilakukan kalau tidak ada perintah undang-undang,” ujarnya.

Direktur LBH Banda Aceh, Mustiqal Syahputra, mengatakan seminar digelar untuk menyatukan pendapat semua elemen tentang pentingnya Qanun Pertanahan Aceh dibahas dan disahkan oleh DPRA.

Dia menambahkan Rancangan Qanun Pertanahan sudah diajukan LBH Banda Aceh ke DPRA pada 2008 dan diajukan kembali tahun 2016 dengan beberapa penyesuaian dalam konteks mutakhir.

Saat ini, rancangan qanun berstatus kumulatif terbuka di Badan Legislasi DPR Aceh. Kumulatif terbuka maksudnya qanun akan dibahas jika dalam tahun ini dinilai penting oleh DPR Aceh.

“Melihat meningkatnya konflik lahan antara perusahaan dengan masyarakat di Aceh, qanun ini wajib hukumnya lahir di Aceh,” pungkas Mustiqal. []

RILIS

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top