Mahasiswa Tata Boga Unsyiah Pamer Modifikasi Makanan Khas Aceh

0
1217
Mahasiswa Tata Boga Unsyiah Pamer Modifikasi Makanan Khas Aceh
Dosen pembimbing dan dewan juri menilai produk kreasi baru makanan lokal khas Aceh yang telah dimodifikasi. (Foto: Humas Unsyiah)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 11 mahasiswa tata boga jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (PKK FKIP Unsyiah) memamerkan produk kreasi baru makanan lokal khas Aceh yang telah dimodifikasi. Kegiatan kulminasi inovasi karya boga ini berlangsung di lobi FKIP Unsyiah, Kamis (25/4).

Ketua Program Studi PKK Unsyiah, Yuli Heirina Hamid, mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mengembangkan pangan lokal menjadi produk makanan dan minuman yang mampu bersaing di dunia ekonomi kreatif.

Ia menyebutkan ada 11 bahan baku lokal yang dikreasikan oleh mahasiswa, yaitu ikan bandeng (eungkoet muloeh), kecombrang, keumamah, langkitang (chue), mengkudu (kumudee), ikan belanak (engkot belaneut), cepokak (boeh trueng cawieng), talas (empeuk), umbi uwi (boh gadong), terong belanda, dan rebung bambu betung.

Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah cipta karya boga itu juga untuk memfasilitasi mahasiswa tata boga dalam meningkatkan kemampuan memilih, mengolah, menyajikan, serta mengemas masakan. Sehingga diharapkan mereka dapat menghasilkan makanan unik dan menarik yang mampu diterima konsumen serta bernilai jual tinggi.

“Kegiatan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa tata boga dalam mengembangkan potensi kuliner daerah menjadi makanan unik, menarik, kreatif, dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP Unsyiah, Abu Bakar, menyampaikan bahwa sejak prodi PKK Unsyiah meraih akreditasi A pada 2016, jumlah peminat prodi ini terus meningkat setiap tahunnya.

Saat ini, sebut Abu Bakar, prodi PPK memiliki dua konsentrasi keahlian, yaitu tata busana dan tata boga. Unsyiah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas mahasiswa, sehingga dapat melahirkan para profesional di bidang tata busana dan tata boga. Termasuk salah satunya menggelar program tahunan fashion show bagi mahasiswa tata busana dan pameran kulminasi inovasi karya boga bagi mahasiswa tata boga.

“Masing-masing konsentrasi memiliki tuntutan tersendiri untuk menghasilkan lulusan unggul, sehingga mereka dapat menjadi pendidik dan pengusaha profesional di bidangnya,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.