Connect with us

Mahasiswa Unsyiah Demontrasi Kecam Pembungkaman Pemuda dan Mahasiswa

Aceh

Mahasiswa Unsyiah Demontrasi Kecam Pembungkaman Pemuda dan Mahasiswa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Puluhan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar aksi demontrasi di Gapura Kopelma Darussalam, Sabtu 28 Oktober 2017. Mereka mengecam penodaan demokrasi oleh pemerintah terkait dibungkamnya beberapa aktivis mahasiswa yang ingin mengkritik pemerintah.

Aksi demontrasi dilakukan sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Mereka menutut pemuda dan mahasiswa agar tidak lalai dan tertidur serta lebih peduli kepada negara.

Mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan “jangan penjarakan suara kami”, “darurat demokrasi, rezim anti kritik” dan “stop kriminalisasi mahasiwa”.

Pantauan acehkita.com aksi itu dilakukan sejak pukul 10.15 Wib. Mereka bergerak dengan berjalan kaki dari gelanggang mahasiswa Unsyiah menuju gerbang Kopelma Darussalam.

Sejumlah lagu pergerakan mahasiswa dinyanyikan di sepanjang jalan. Setiba di gerbang kopelma mereka berorasi secara bergantian. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan di gerbang menuju dua kampus besar di Aceh itu.

Dalam orasinya mahasiswa menuntut presiden Joko Widodo untuk menghentikan segala pembungkaman terhadap kritikan yang dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa.

“Rezim Jokowi telah membuat kita bungkam kawan-kawan dan membuat pergerakan secara licik untuk membungkam kita mahasiswa dan pemuda kawan-kawan,” kata salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Mereka juga menuntut mahasiswa dan pemuda untuk lebih peka terhadap apa yang selama ini dilakukan oleh pemerintah.
“Mahasiswa dan pemuda jangan lalai, bangunlah, sadarlah terhadap apa yang telah dilakukan pemerintah,” kata orator yang disambut teriakan dari anggota aksi.

Selain mengecam pembungkaman terhadap mahasiwa, mereka juga menolak pengesahan Undang-undang Ormas yang menurut mereka akan mengancam kebebesan berpendapat para pemuda dan mahasiswa.

Koordinator aksi, Said Suprihazani mengatakan aksi itu dilakukan untuk menggugat para pemuda dan mahasiswa untuk lebih peka terhadap negara saat ini. Menurutnya, negara saat ini diambang krisis demokrasi.

“Bersuara tidak diperbolehkan lagi, kebenaran dibungkam, yang menyuarakan suatu kebenaran itu langsung dihentikan,” kata Said.

Ia menambahkan bahwa saat ini mahasiswa seakan tidak peduli lagi dengan negara. Mahasiswa seperti didokrin untuk lebih peduli terhadap ipk dan hanya lingkungan kampus.

“Mereka tidak peduli lagi kepada negara, padahal sudah jelas bahwa tugas mahasiswa dan pemuda adalah memperbaiki negara ini untuk menjadi Indonesia yang lebih baik lagi,” kata Said.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top