‘Mak Rah Pireng’ Sabun Produk Aceh Berbahan Baku Asam Sunti

0
1260
Foto: Humas Unsyiah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) di bawah bimbingan Inkubator Bisnis Unsyiah, PT. Indoraya Karya Bangsa, berhasil menemukan formula baru asam sunti sebagai bahan baku sabun cuci piring. Formula baru yang dikemas sebagai sabun cair dengan merek ‘Mak Rah Pireng’ tersebut kini telah beredar di pasaran.

Dikutip dari laman resmi Universitas Syiah Kuala, Ketua Tim Pelaksana Penyuluhan dan Head Marketing Mak Rah Pireng, Muhajiburrahman, berharap produk ‘Mak Rah Pireng’ dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membangun rasa memiliki antara perusahaan dan petani asam sunti di Aceh.

“Untuk saat ini Mak Rah Pireng membutuhkan 400 kilogram asam sunti untuk bahan baku produksi. Asam sunti yang dibutuhkan adalah asam sunti basah, mengalami dua kali penjemuran, dan mengandung air sekitar 30-60 persen,” sebutnya.

Produk ‘Mak Rah Pireng’ sudah mulai beredar di pasaran, namun untuk saat ini target utama pemasarannya warung kopi, warung makan, hotel, serta pesantren.

Sementara itu, Kepala UPT Kewirausahaan Unsyiah, Dr. M. Hanafiah mengatakan sangat optimis ‘Mak Rah Pireng’ dapat berkembang pesat di Aceh. Terlebih lagi menurutnya, asam sunti sangat mudah ditemukan di Aceh.

“Bahan baku asam sunti didapatkan dari kerja sama dengan petani di Aceh. Jadi ada interaksi yang saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan,” ujarnya. Asam sunti merupakan bumbu dapur Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dan diberi garam.

Tim ‘Mak Rah Pireng’ bersama Inkubator Bisnis Unsyiah disebutkan telah melakukan penyuluhan dan penandatanganan MOU kerja sama antara Mak Rah Pireng dengan petani asam sunti di Desa Lubok Gapuy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Kepala Inkubator Bisnis Teknologi Unsyiah, Prof. Said Muhammad, menyampaikan harapannya produk ‘Mak Rah Pireng’ bukan hanya mampu bersaing di Aceh saja, tetapi juga dapat menembus pasar nasional.

“Dengan sumber daya yang kita miliki, kita ingin Mak Rah Pireng menjadi pionir berdirinya industri-industri lain di Aceh,” ujar Said.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.