Connect with us

Malam Tahun Baru, Warga Aceh Dilarang Gelar Zikir Massal

Aceh

Malam Tahun Baru, Warga Aceh Dilarang Gelar Zikir Massal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Banda Aceh mengeluarkan imbauan yang melarang warga kota menggelar zikir massa pada malam pergantian tahun masehi.

Selain pagelaran zikir, Pemerintah Kota juga melarang warga merayakan pergantian tahun dengan pesta petasan dan terompet.

Kepala bagian Humas Pemko Banda Aceh Marwan menyebutkan, seruan itu dikeluarkan pemerintah dalam rangka menyongsong tahun baru masehi, 1 Januari 2016.

Seruan serupa juga dikeluarkan Pemko Banda Aceh saban pergantian tahun baru masehi. Pada penghujung 2014 lalu, seruan itu nyaris tak bisa membendung keinginan warga kota merayakan tahun baru 2015. Mereka berkumpul di Bundaran Simpang Lima hingga jembatan Pante Pirak menunggu detik-detik pergantian tahun.

Marwan menyebutkan, perayaan tahun baru masehi dinilai bertentangan dengan semangat syariat Islam dan tidak sesuai dengan adat yang berkembang di tengah masyarakat Aceh.

Seruan ini dikeluarkan Forkompimda dan MPU Banda Aceh pada 1 Desember 2015, yang isinya meminta masyarakat tidak mengadakan kegiatan apa pun untuk menyambut tahun baru 2016.

“Baik yang berbungkus dengan nuansa agama seperti zikir maupun yasinan, tausyiah dan lain-lain, atau yang bersifat hura-hura seperti pesta kembang api, terompet, permainan-permainan yang tidak bermanfaat dan bertentangan dengan norma-norma agama Islam, adat istiadat, kebiasaan dan etika masyarakat Aceh, serta balap-balapan yang bersifat membahayakan bagi orang lain dan diri sendiri.”

Marwan menyatakan, seruan ini sudah disebarluaskan kepada masyarakat. “Sudah ditempet juga di tempat-tempat strategis dalam kota,” ujarnya. []

ATTAYA ALAZKIA | FOTO: Suparta Arz/ACEHKITA.COM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top