Connect with us

Masjid Besar Peusangan Dibangun Baru, Abu Tumin Meletakkan Batu Pertama

Aceh

Masjid Besar Peusangan Dibangun Baru, Abu Tumin Meletakkan Batu Pertama

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Ulama kharismatik Aceh, Abu Muhammad Amin atau akrab disapa Abu Tumin Blang Bladeh, melakukan peletakan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan masjid baru Masjid Besar Peusangan, Bireuen Minggu (3/12/2017).

Selain itu, acara juga dirangkai dengan perayaan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan santunan anak yatim dari sejumlah desa disekitar masjid.

Bupati Bireuen, Saifannur dalam sambutannya mendukung penuh pembangunan baru Masjid Besar Peusangan. “Terlebih lagi masjid ini punya nilai historis, mengingat pada awal pembangunannya merupakan masjid kebanggaan masyarakat Peusangan Raya yang terdiri dari empat kecamatan,” ungkap Saifannur di depan para undangan yang diiringi hujan ringan.

Menurut Saifannur, rehab total masjid ini, tidak hanya cukup dengan semangat saja, namun harus diiringi dengan kekompakan, kerka sama semua unsur, mulai dari panitia, pengurus masjid, dan masyarakat Peusangan Raya yang terdiri empat kecamatan yaitu Peusagan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, dan Kecamatan Jangka.

“Untuk memperoleh kepercayaan masyarakat, maka panitia pembangunan harus transparan dalam mengelola keuangan dan tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Bahkan panitia harus berani berkorban harta dan tenaga dengan berharap pahala dari Allah, bukan malah sebaiknya, mengambil keuntungan dari situ,” ingat Saifannur.

Sementara Abu Mustafa Ahmad atau Abu Paloh Gadeng, dalam tausiahnya menyebutkan, Masjid Besar Peusangan pertama dibangun pada 1925 dan hingga sekarang telah mengalami pemugaran dua kali.

“Maka dengan usia masjid yang sudah mencapai 92 tahun, masjid ini sudah sangat layak dibangun baru,” tuturnya.

Menurut Abu Paloh Gadeng, membangun masjid gampang, namun mengisinya yang susah. Sehingga banyak masjid yang setelah dibangun, tapi jamaahnya sedikit.

“Seharusnya setiap muslim, hatinya harus tertambat pada masjid. seperti ikan dan air, harus bisa menyatu,” papar Abu Paloh Gadeng.

Namun ada yang mengusiknya, Masjid Besar Peusangan hingga kini belum punya nama. Abu berharap, agar dengan di bangunnya masjid baru ini, maka perlu diberikan nama masjid yang menjadi ciri khasnya. ” Karena Masjid Besar Peusangan bukan nama, tapi hanya nama wilayah saja, sehingga tidak spesifik,” papar Abu Paloh Gadeng.

Ketua Panitia Pembagunan Masjid Besar Peusangan, Mukhlis dalam laporannya menyebutkan, masjid ini nantinya akan dibangun dua lantai dan mampu menampung 4800 jamaah, dari sebelumnya hanya berkapasitas 2000 jamaah. “Dengan desain yang modern dan mengikuti perkembangan zaman, denagn memadukan gaya Maroko, Spanyol, dan Timur Tengah. Masjid direncanakan pembangunnya selesai dalam lima tahun dengan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp75 miliar, ” rincinya.

Hadir dalam prosesi peletakan batu pertama, Bupati Bireuen, Abu Tumin, Abu Paloh Gadeng, Rektor Almuslim Amiruddin Idris,Rektor IAI Almuslim Saifullah, anggota DPRK Bireuen, dan tokoh masyarakat Bureuen.

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top