Massa Demo Tolak Tambang Bertahan di Halaman Kantor Gubernur Aceh

0
295
Massa Demo Tolak Tambang Bertahan di Halaman Kantor Gubernur Aceh
Ribuan mahasiswa unjuk rasa tolak perusahaan tambang di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu 10 April 2019. (Foto: Habil/Acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ribuan massa dari pelbagai perguruan tinggi mulai memadati halaman Kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (10/4). Sebelumnya, sejak pagi mereka tertahan di depan kantor pusat Pemerintahan Aceh itu di Jalan Teuku Nyak Arief, Kota Banda Aceh, Aceh.

Massa memasuki halaman Kantor Gubernur Aceh usai mendobrak gerbang masuk. Selain gerbang, massa turut mencopot tulisan “gubernur” pada plang depan kantor dan mengecatnya dengan kata “disegel” berwarna merah. Selanjutnya, massa berkumpul di lapangan halaman Kantor Gubernur Aceh.

Pantauan Acehkita.com, massa melakukan orasi secara bergantian. Mereka menuntut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, agar menjumpai mereka. Namun, hingga pukul 18.00 WIB, dia tak kunjung hadir menjumpai massa.

Pukul 18.00 WIB, aparat kepolisian mengimbau agar massa membubarkan diri secara damai dan tertib. Alasannya karena jadwal untuk unjuk rasa hanya diperbolehkan hingga pukul 6 sore.

Kendati demikian, massa tetap bergeming. Bahkan mereka turut serta dalam proses penurunan bendera Merah Putih di tiang bendera halaman Kantor Gubernur Aceh, sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Memasuki waktu salat Magrib, massa sempat melebur sesaat. Bubar sejenak untuk menunaikan salat Magrib salah satunya ke Masjid Al-Badar yang tidak jauh dari Kantor Gubernur Aceh.

Massa Demo Tolak Tambang Bertahan di Halaman Kantor Gubernur Aceh
Mahasiswa masih bertahan di halaman Kantor Gubernur Aceh. (Foto: Alasmunda)

Namun hingga pukul 20.00 WIB, massa terlihat berkumpul dan bertahan di halaman Kantor Gubernur Aceh. Tetapi, mereka tidak lagi berorasi dengan menggunakan pengeras suara sejak pukul 18.00 WIB sore tadi.

Sementara seratusan aparat kepolisian dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersiaga di halaman Kantor Gubernur Aceh. Dua unit mobil water canon, dan mobil sound system Raisa (Pengurai Massa) untuk membubarkan massa disiagakan.

Sementara itu di tempat terpisah sebagaimana dikutip dari laman resmi Humas Setda Aceh, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berada pada sisi yang sama dengan mahasiswa dan rakyat terkait keberadaan PT Emas Mineral Murni (PT EMM).

Penegasan itu disampaikannya untuk merespon aksi mahasiswa yang kembali menyatakan sikap rakyat menolak keberadaan PT EMM yang telah memperoleh izin eksploitasi tambang emas di Beutong Ateuh, Nagan Raya dan Pegasing, Aceh Tengah.

“Oleh karena mahasiswa/rakyat menolak penambangan tersebut tentu Pemerintah Aceh harus berada di sisi yang sama dengan mahasiswa dan rakyat,” kata Nova, Rabu (10/4).

Nova Iriansyah juga menyatakan bahwa Pemerintah Aceh bisa memahami penolakan mahasiswa/masyarakat terkait keberadaan PT. EMM. “Oleh karena itu mari kita cari cara yang paling efektif untuk membatalkannya dan pemikiran untuk itu sangat dibutuhkan dari para pihak termasuk DPR, mahasiswa, perguruan tinggi, dan elemen lainnya,” pungkasnya.[]

HABIL/SAINI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.