Connect with us

Masuk Museum Tsunami Aceh Akan Dikenakan Biaya

Museum Tsunami Aceh. (Foto: Dok. Acehkita.com/Suparta Arz)

Aceh

Masuk Museum Tsunami Aceh Akan Dikenakan Biaya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh akan segera memberlakukan retribusi atau biaya masuk untuk setiap pengunjung yang datang ke Museum Tsunami Aceh. Hal ini sesuai dengan Qanun tentang Retribusi Jasa Usaha yang diberlakukan di Aceh.

Dikutip dari laman resmi Disbudpar Aceh, disebutkan, pengutipan retribusi masuk ke Museum Tsunami Aceh diatur dalam Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut disebutkan, tarif masuk yaitu Rp 2 ribu/orang untuk anak-anak, pelajar dan mahasiswa. Sedangkan orang dewasa dikenakan biaya Rp 3 ribu/orang dan turis asing Rp 10 ribu/orang.

“Kita akan mengutip retribusi karena sudah diatur di dalam qanun. Kita juga sudah pernah ditegur inspektorat karena tidak mengutip retribusi sehingga berpotensi merugikan negara,” kata Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin, Jumat (23/11/2018).

Retribusi ini rencananya akan dikutip mulai Desember mendatang atau awal Januari 2019. Sosialiasi terkait retribusi sudah dilakukan dengan menempel spanduk pemberitahuan. Selama ini masuk ke Museum Tsunami Aceh memang tidak dipungut biaya alias gratis.

Disbudpar sebelumnya tidak memungut biaya masuk karena pengelolaan Museum Tsunami Aceh masih di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Tapi sekarang perjanjian kerjasamanya sudah berakhir.

“Kenapa dulu kita tidak mengutip, setelah kita kaji lebih jauh, kami tidak bisa mengutip karena aset di kita yang kelola justru pihak lain. Jadi tumpang tindih ini, aturan yang mengatakan demikian, sehingga kami tidak bisa mengutipnya,” sebut Amiruddin, seperti dilansir laman resmi Disbudpar Aceh, Sabtu (24/11/2018).

Menurut Amiruddin, kondisi Museum Tsunami Aceh sekarang ini juga sudah tergolong memprihatinkan. Museum yang memenangkan penghargaan kunjungan terpopuler ini, beberapa bagiannya mengalami kerusakan.

Amiruddin merinci seperti atap mulai bolong-bolong, serta WC rusak. Tahun depan, Disbudpar Aceh mengganggarkan anggaran untuk memperbaiki fisik dan lantai museum.

“Tentunya harapan kami Museum Tsunami yang sekarang ini dapat penghargaan terpopuler kunjungan bisa kita tingkatkan ke arah yang lebih baik,” ungkap Amiruddin.

Sementara itu, pengelola Museum Tsunami Aceh, Hafni, mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara setiap tahun berubah-ubah. Pada tahun 2016 pengunjung mencapai 712.000 orang, kemudian 2017 turun menjadi 706.000. Sedangkan pada 2018 hingga September, Museum Tsunami dikunjungi oleh 515.000 traveler.

“2018 akan meningkat lagi, itu baru perhitungan sampai bulan September,” kata Hafni.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top