Connect with us

Mengintip Kegiatan Doto Zaini di Hari Libur

Warga Menulis

Mengintip Kegiatan Doto Zaini di Hari Libur

Hari masih pagi kala sejumlah orang bersiap-siap di halaman depan Meuligoe Aceh. Pagi Sabtu kemarin, beberapa sepeda terparkir di sana. Sebuah sepeda sport warna merah maron berdiri tegak pas di depan anak tangga depan rumah bekas kediaman gubernur jenderal Belanda itu. Sepertinya sepeda itu sengaja disiapkan dan diletakkan di posisi itu.

Dok Pemerintah Aceh

Tak lama kemudian dengan langkah pasti, dengan menggunakan stelan olahraga —celana training hitam, baju kaos putih plus topi cat hitam — Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, keluar dari ruang tengah meuligoe tempat selama ini dijadikan kediaman resminya. Zaini berjalan dengan langkah cepat, gesit dan sangat energik. Wajahnya cerah dan sumringah.

Begitu turun dari tangga meuligoe, Zaini sejenak memperhatikan sepeda sport yang telah disiapkan untuknya.

“Pue ka siap”, Tanya Zaini kepada sejumlah orang yang ada di sekitarnya. “Ka Abu”, jawab mereka. Abu adalah sapaan akrab dari sejumlah staf yang sudah familiar dengan Zaini.

Setelah dengan teliti melihat kondisi speda soprt di hadapannya itu, Zaini pun memberikan aba-aba, “boh ka, jak tamulai”. Zaini segera duduk di pedal dan menggemgam erat stang sepedanya. Seiring dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim yang keluar dari bibirnya, kaki kanan dan diikuti kaki kiri Zaini mulai mengayuh pelan sepedanya. Rute yang ditempuh Zaini bersama sejumlah orang yang mendampinginya adalah Meuligoe – Ule Lheu (PP). Terlihat sejumlah staf mendampinginya, antara lain Nasrullah Muhammad, Kepala BKPP Aceh, Karo Hukmas, Makmur Ibrahim, Kabag Humas Pemerintah Aceh, Usamah Elmadny, Kabag Kesejahteraan Biro Isra, Ilyas Nyak Tuy, serta beberapa petugas keamanan Gubernur dari dari kepolisian maupun KPA.

Sepanjang jalan Meuligoe – Ule Lheu, Doto mendayung sepeda dengan kecepatan standar, bahkan kadang-kadang dengan kecepatan relative tinggi. Doto kelihatan sangat energik serta terkesan sangat menikmati olahraga bersepeda di pagi hari. Tidak ada guratan kelelahan di Wajah Doto sepanjang perjalanan bersepeda itu. Justru sejumlah anggota rombongan yang ikut mendampingi Doto terlihat keteter.

“Taloe geutanyoe ngen Abu”, kata Nasrullah Muhammad, Kepala BKPP Aceh yang keteter beberapa meter di belakang Gubernur dan terlihat kelelahan. Saya yang ikut gowes pagi itu bersama Gubernur mengaku kalah gesit dengan Zaini dalam soal mendayung sepeda. Stamina Doto sangat stabil dan maksimal.

Semula perjalana bersepeda Doto Zaini di jalan Ule Lheu itu tidak menarik perhatian masyarakat. Tapi, lama sejumlah masyarakat mulai melihat ada yang lain dari rombongan gowes yang melaju kencang kea rah laut Ule Lheu itu.

“Ooo … ternyata Gubernur yang mendayung sepeda itu”, kata seorang perempuan paruh baya yang berdiri memperhatikan Gubernur bersepeda di dekat kuburan massal tsunami Ule Lheu.

Sepanjang rute yang ditempuh, sambil mendayung Gubernur terus menebar senyum kepada warga yang ada di sepanjang jalan. Sesekali Doto Zaini yang terus dipepet Dailami, Kasubbag TU Pimpinan, menyetel pergantian gigi sepeda yang dinaikinya itu.

Sesampai di Ulee Lheue, Gubernur singgah di pelabuhan Penyeberangan Ule Lheu. Setelah beberapa saat mengamati fasilitas dan suasana di pelabuhan penyeberangan itu, Zaini pun beranjak pergi untuk kembali ke Meuligoe.

Itulah kegiatan Zaini di hari libur kemarin, Sabtu (17/11), yang sempat terekam. Menurut informasi yang diperoleh dari kalangan dalam meuligoe, setiap ada waktu luang terutama hari libur, Zaini selalu memanfaatkannya untuk berolahraga.

Sebagai seorang dokter, Doto Zaini sangat peduli terhadap kesehatan. Itu pula sebabnya, pada hari kedua beliau masuk kantor, Gubernur langsung mengeluarkan instruksi larangan merokok di segenap jajaran kantor Pemerintah Aceh.

Pesan verbal dari instruksi Gubernur itu adalah ajakan kepada rakyat Aceh utuk hidup sehat, salah satunya dengan tidak merokok serta rajin berolah raga.

Agenda Gubernur kemarin tidak banyak. Selain bersepeda di pagi hari, siangnya Gubernur bersama Pemangku Wali Nanggroe, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, menerima kunjungan manajemen PT. Ratu Prabu Intera Aron, sebuah company yang bergerak di bidang migas. [citizen]

DISCLAIMER: Semua isi materi yang dimuat oleh Warga Menulis adalah tanggung jawab pengirim sepenuhnya.

Continue Reading
Baca juga...
2 Comments

2 Comments

  1. Pcmi Aceh

    Nov 26, 2012 at 7:01 am

    dengon ta olah raga badan sehat terjaga.. kebijakan larangan merokok di kantor juga harus dilihat2 agar tetap terjaga.. jangan sampei tidak ada yang menggubris. semoga Aceh semakin terjaga dari polusi asap rokok.

  2. TEUKU AMANDIANSYAH

    Nov 22, 2012 at 2:06 pm

    Bek tuwoe pemakmoe aceh bechhh abu…. Insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Warga Menulis

To Top