Nanda Muliana Harumkan Aceh di Pekan Seni Nasional

0
5171

KEUMALA | ACEHKITA.COM — Mengharumkan nama daerah dalam pencapaian prestasi memang impian semua putra-putri kelahiran Aceh. Itu pulalah yang dilakukan Nanda Muliana Abdullah. Ia menunaikan impiannya untuk membanggakan tanah kelahirannya di kancah nasional.

Mahasiswa kelahiran Paloh Teungoh, Keumala, 19 tahun lalu itu, baru-baru ini telah mengukir nama Aceh dalam perlombaan Pekan Seni Mahasiswa Nasional XIII (Peksiminas) yang digelar di Sulawesi Tenggara 11-17 Oktober 2016 lalu.

Anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan Abdullah AR dan Syarifah Aini tersebut mampu meraih juara 2 perlombaan Peksiminas bidang penulisan cerita pendek (cerpen). Cerpennya yang berjudul “Perempuan Pengeja Laut” mendapat penilaian terbaik kedua dari juri.

Perjuangan Nanda mengukir prestasi di tingkat nasional terbilang sangat panjang. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah ini bermula mengikuti seleksi lomba penulisan cerpen yang digelar oleh fakultas.

Cerpen “Seruling Amad” dan “Hikayat Aneuk Yatim” miliknya mendapat juara terbaik di tingkat fakultas. Dari sana, Nanda menjadi perwakilan FKIP dalam ajang perlombaan tingkat universitas. Ia bersaing menulis cerpen terbaik dengan puluhan peserta dari beberapa fakultas lain di Unsyiah.

“Balada Hari Meugang”, cerpen miliknya ini mendapat penilaian yang memuaskan. Ia memperoleh juara satu dalam perlombaan di tingkat Universitas Syiah Kuala. Kemudian, dari sanalah Nanda diangkat sebagai wakil Unsyiah guna mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Aceh di Langsa, 4-7 Agustus 2016 lalu.

Semangat dara asal Keumala, Pidie, ini semakin menggelora. Di Peksimida, ia menulis sebuah cerpen berjudul “Ratep Luka”. Saat pengumuman pemenang, nama serta judul cerpennya dibacakan sebagai pemegang piala juara satu. Kala itu airmatanya berlinang, ia terharu.

Juara satu yang diraihnya di tingkat Peksimida, mengantarkan Nanda mewakili Aceh di Peksiminas XII di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara yang digelar 11-17 Oktober 2016.

“Di Peksiminas saya optimis pasti bisa dan akan berjuang semampu saya. Mengharumkan nama Aceh dalam berprestasi merupakan impian semua putra-putri Aceh, termasuk saya,” ujar alumni SMA Negeri 1 Keumala ini, 9 Oktober 2016 lalu, sebelum terbang ke Sulawesi Tenggara.

Tak dinyana, di Peksiminas cerita pendek Nanda berjudul “Perempuan Pengeja Laut” memperoleh penilaian terbaik kedua. Nama Aceh di bidang penulisan cerpen Peksiminas berada di atas peserta dari Jakarta yang meraih juara tiga. Sedangkan juara satu diraih oleh peserta DI Yogyakarta.

“Alhamdulillah, sangat terharu. Perjuangan saya ternyata tidak sia-sia. Walaupun bukan terbaik ke satu, namun apa yang saya peroleh menjadikan diri saya supaya lebih giat belajar lagi, dan lebih bersemangat ke depannya,” kata Nanda Muliana Abdulllah, Jumat 21 Oktober 2016. []

HABIL RAZALI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.