Connect with us

Novel Kura-kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub Raih Kusala Sastra Khatulistiwa

Novel Kura-kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub Raih Kusala Sastra Khatulistiwa
Novel Kura-kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub Raih Kusala Sastra Khatulistiwa. (Foto: Rizki Alfi Syahril)

Nasional

Novel Kura-kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub Raih Kusala Sastra Khatulistiwa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Aiyub terpilih sebagai pemenang penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa ke-18 kategori prosa yang diumumkan pada malam ini di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Selain kategori prosa, penyelenggara Kusala Sastra Khatulistiwa Richard Oh, juga memilih kategori puisi dan kategori karya perdana atau karya kedua untuk peraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2017-2018. Museum Masa Kecil karya Avianti Armand terpilih sebagai pemenang untuk kategori puisi, dan Ibu Susu karya Rio Johan meraih kategori karya perdana atau karya kedua.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, novel Kura-kura Berjanggut yang diterbitkan Banana pada April 2018 ini merupakan hasil karya terbaru sastrawan Aceh bernama Azhari Aiyub yang ditulisnya selama 12 tahun.

Sebelum novel Kura-kura Berjanggut ini terbit, Azhari Aiyub yang sehari-sehari bergiat di Komunitas Tikar Pandan telah menerbitkan dua kumpulan cerpen; Perempuan Pala (2004) dan The Garden of Delights and Other Tales (2015).

Kumpulan cerpen pertamanya Perempuan Pala telah diterjemahkan ke dalam dua bahasa; Inggris dan Prancis. Sedangkan kumpulan cerpen keduanya penulis yang lahir dan besar di kota Banda Aceh ini, sedang dipersiapkan terbit dalam edisi bahasa Arab.

Azhari Aiyub pada 2003 lalu memenangkan juara pertama sayembara menulis cerpen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kemudian dua tahun kemudian, pada 2005 ia meraih penghargaan Free Word Award dari Poets of All Nation Belanda.

Dikutip dari laman Wikipedia, Kusala Sastra Khatulistiwa sendiri sebuah ajang penghargaan bergengsi bagi dunia kesusastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki sejak 2001 lalu. Pemenangnya didasarkan pada buku-buku puisi dan prosa terbit dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, yang kemudian diseleksi secara ketat oleh para dewan juri.[]

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Nasional

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top