Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat RI-001 Ingatkan Milenial untuk Jaga NKRI

0
399
Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat RI-001 Ingatkan Milenial Jaga Kemerdekaan Indonesia
Nyak Sandang saat bertemu Presiden Joko Widodo di ruang tunggu utama Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Jumat 14 Desember 2018. (Foto: BPMI)

CALANG | ACEHKITA.COM – Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pesawat pertama Republik Indonesia (RI-001) mengingatkan generasi sekarang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang susah payah diraih para pejuang.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di kediamannya Desa Lhuet, Jaya, Aceh Jaya, Sabtu (17/8).

“Semoga kemerdekaan ini bisa dijaga, diteruskan, dan diisi dengan baik,” ucapnya singkat.

Saat dikunjungi, Nyak Sandang sedikit bicara. Di umurnya yang sudah lebih 90 tahun, Nyak Sandang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ia dan istrinya Fatimah dalam kondisi sakit-sakitan. “Ya Allah, berikan kemerdekaan ini berlanjut. Dan terima kasih kepada ACT yang selama ini telah mendampingi saya,” lanjutnya.

Pesawat yang dibeli dari hasil sumbangan tersebut kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Transportasi udara pertama milik Indonesia yang digunakan Presiden Soekarno di era perjuangan Indonesia. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan emas guna mendukung pembelian pesawat. Pesawat ini pula yang menjadi cikal bakalnya lahir perusahaan Garuda Indonesia.

Tahun 2018 Nyak Sandang diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kedermawanannya.

Staf Program ACT Aceh Laila Khalidah memaparkan bahwa perjuangan orang-orang terdahulu patut dihargai dengan baik. Darah pejuang tumpah demi merebut kembali kemerdekaan dari tangan penjajah.

Katanya, ada banyak cara mencintai Indonesia. Salah satunya dengan menjadi pribadi yang berkontribusi untuk kebaikan dan perbaikan Indonesia dengan peran apapun yang dijalankan sebaik mungkin. “Tugas kita sekarang adalah mempertahankan kemerdekaan melalui penyejahteraan bangsa, menanamkan patriotisme sejak dini kepada anak-anak,” terangnya.

Hal senada disampaikan Astri Maulida, Humas MRI Wilayah Aceh. Menurutnya, bangsa Indonesia harus mengeratkan persatuan demi menyelesaikan persoalan bangsa. “Jangan berharap kepada orang lain menyelesaikan persoalan, kita mulai dari pribadi kita sendiri dari hal terkecil sekalipun seperti saling membantu, peduli terhadap lingkungan, dan mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.[ACT Aceh]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.