Connect with us

Pameran Foto Masa Konflik, Bukan Membangkitkan Luka

Pameran foto dan dokumen masa konflik Aceh yang diinisiasi KontraS Aceh [AW]

Aceh

Pameran Foto Masa Konflik, Bukan Membangkitkan Luka

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – KontraS Aceh menggelar pameran foto selama tiga hari, yang berakhir Jumat 24 Maret 2017. Foto dan dokumen masa konflik Aceh rentang 1998 – 2005 yang dipajang di kantor KontraS, bukanlah untuk membangkitkan luka maupun dendam para korban.

”Ini adalah upaya untuk mengingat dan pembelajaran, agar konflik ke depan tidak terulang lagi,” kata Faisal Hadi, mewakili KontraS Aceh saat memberikan komentarnya usai gelar diskusi di kantornya, Jumat 24 Maret 2017.

Dia mengingatkan bahwa konflik dan pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh sebelumnya harus diketahui oleh generasi mendatang, mempelajarinya sebagai bagian dari sejarah Aceh.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh aktivis, korban dan para mahasiswa, Direktur Asian Justice and Right, Galuh Wandita memaparkan pengalaman pemantauannya terhadap rekonsiliasi pascakonflik di Timor Leste, Maroko dan juag Rwanda.

”Merawat ingatan penting karena tidak merawat, berarti menyangkalnya,” kata Galuh.

Selain Galuh, Anggota DPRA Bardan Sahidi juga tampil sebagai pemateri dalam diskusi tersebut. Dia mengakui semangat rekonsiliasi pascakonflik, sangat tinggi di Aceh.

Sebelumnya, Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra mengatakan pameran foto fokus kepada kejadian pelanggaran HAM yang pernah terjadi dalam rentang 1998 sampai 2005. Saat itu, konflik Aceh masih terjadi sampai perjanjian damai disepakati antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.

Pameran, kata Hendra bukan untuk membangkitkan luka lama Aceh, tetapi sebagai upaya untuk belajar dan membangun kepedulian dan dukungan publik terhadap penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu di Aceh.

KontraS Aceh berharap pemerintah dapat menghadirkan keadilan untuk keluarga korban. Apalagi di Aceh sudah terbentuk lembaga Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh yang dapat didorong untuk melaksanakan tugas tersebut. []

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pameran Foto Masa Konflik, Bukan Membangkitkan Luka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top