Pani Puri, Rajanya Jajanan Kaki Lima dengan Beragam Nama

0
1626

Pulang dari Masjid Jama Delhi, lorong-lorong penuh dengan manusia di Chandi Chowk terlihat menantang utuk dijelajahi. Di kanan-kiri jalan terlihat beragam toko pakaian dan pernak-pernik khas India. Kawasan Delhi Tua ini memang menjadi pusat selling market terbesar di Ibu Kota Hindustan. Namun yang paling menarik selain itu pastinya beragam jajanan yang ada. Salah satu yang perlu dicoba adalah Pani Puri.

“Ke India ya, jangan lupa makan kue yang ada di film Rab Ne Bana Di Jodi,” pesan Desi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Rita, “Jangan lupa bawa kue itu sebagai oleh-oleh ya.” Beberapa pesan yang sama juga mengigatkan hal yang sama.

Makanan ini menjadi terkenal di kalangan pencinta Bollywood setelah adegan lomba makan kue ringan ini diperlihatkan dalam film Shah Rukh Khan berjudul Rab Ne Bana Di Jodi. Adegan itu memperlihatkan Raj tokoh yang dimainkan Khan berlomba dengan Tanni yang dimainkan oleh Anushka Sharma.

Pani berarti air dalam bahasa Hindi. Sedangkan puri adalah sebutan untuk roti renyah dengan rongga di tengahnya atau bisa diartikan roti yang dimakan dengan dicelupkan ke dalam air. Makannan yang satu ini menjadi favorit di segala pelosok untuk segala musim di India dan negara pecahannya seperti Pakistan, Bangladesh, dan Nepal. Dikenal dengan beragam nama jadi jangan heran kalau ada yang tidak mengenal snack satu ini dengan sebutan pani puri.

Orang-orang di India Utara seperti di wilayah Delhi, Punjab, Himachal Pradesh menyebutnya dengan nama gol gappas. Kata ini diambil dari bentuknya seperti bola-bola (Gol) yang dimasukan ke dalam mulut dan dikunyah sekalian (Gappa). Daerah Rajastan dan Uttar Pradesh mengenalnya dengan nama pani ke bataashe yang bermakna makanan yang renyah yang dimakan dengan air yang pedas.

Beberapa kawasan lain mempunyai nama panggilannya tersendiri seperti pani ke patashe, patashi, gup chup, pakodi, phulki namun yang paling terkenal adalah puchka yang berasal dari kalkota walaupun daerah West Bengal yang lain juga mempunyai sebutan yang sama.

Nama puchka diambil dari bunyi yang ditimbulkan saat mengigitnya pertama sekali. Ia memiliki tekstur yang sedikit berbeda dengan pani puri di wilayah lain. Kalau jenis yang lain mengunakan tepung biasa atau samolina, maka puchka mengunakan tepung gandum yang lebih renyah. Sedangkan air yang digunakan juga lebih tajam dan pedas.

Beberapa cerita beredar tentang kuliner satu ini salah satunya dalam cerita Mahabrata. Beberapa catatan sejarah yang tercatat oleh pengembara masa lampau salah satunya Megasthenes dari Yunani serta Faxian dan Xuanzang dari Tiongkok. Makanan seperti ini ditemukan di kerajaan Magadha di bagian barat sungai Gangga, wilayah ini kini dikenal sebagai Bihar.

Bertahun-tahun cemilan satu ini bermigrasi dan menjadi salah satu yang paling dicintai di penjuru Hindustan. Maka tidak heran pada proses itu beragam nama dan rasa melekat padanya. Di wilayah India Tengah dan Selatan Snack kosong ini mempunyai ragam isi yang lebih halus. Sedangkan di negara bagian Maharashtra misalnya parutan kentang dicampur dengan kari kacang polong. Di Gujarat mereka mencampurnya dengan kacang hijau halus dan ada yang mengaduknya dengan sejumput bawang cincang.

Elemen lainnya yang juga penting pada kudapan satu ini adalah pani atau air. Ada lima jenis pani dengan beragam racikan yang dihidangkan. Imli ka pani (air asam), nimbu ka pani (jus lemon atau jeruk nipis), pudine ka pani (air dengan campuran daun mint), khajur ka pani (air dari jus kurma) dan bagi pecinta pedas bisa meminta varian mirchi yaitu pani yang ada ditambah sedikit bubuk cabai. Air ini juga sudah ditambah beberapa bahan lainnya sehingga terasa lebih gurih.

Saat di restoran empat sampai delapan puri akan dihidangkan terpisah dengan airnya untuk satu porsi namun cara terbaik menikmati cemilan ini di pedagang kaki lima yang menjajalkannya dengan sepeda mereka.

Puri yang berjejer memanjang tertutup plastik sudak kelihatan dari jauh. Memesan dengan harga 10 Ruppe pelanggan akan mendaparkan empat hingga lima puri yang diletakkan bersusulan di mangkok kecil yang terkadang dilapisi oleh daun. Selesai satu penjual akan segera meletakan rasa yang lain.

Penjual akan membuat lobang di puri dengan menggunakan ibu jari. Kemudian memasukkan campuran kentang rebus yang telah dihaluskan dan kemudian dicelupkan ke salah satu pani yang ada. Biasanya kudapan ini dimakan dengan memasukkannya sekalian ke mulut. Uniknya ia akan tetap terasa renyah walaupun sudah dimasukan air.

“Awas jangan banyak banyak, untuk pemula seperti kalian satu atau dua porsi sudah cukup,” ujar Bharat saat kami menikmati gol gappa di lorong sempit di kawasan Old Delhi. “Nanti kalian bisa sakit perut,” katanya lagi mengigatkan.

Jajanan ini dinikmati langsung di samping penjual dan tidak untuk dibawa pulang. Namun buat yang ingin mencoba jangan khawatir karena saya akan membagi resepnya untuk anda.


Bahan Puri
1 cup (125 mg) tepung Semolina atau tepung gandum
2 sendok makan tepung maida atau tepung serba guna
Sejumput baking soda
2 sendok teh minyak makan
¼ sendok teh garam
¼ cup air atau sesuai kebutuhan
Minyak untuk mengoreng
Bahan Isian
1 cangkir kacang polong
½ sendok teh bubuk kunyit
¼ sendok teh soda kue
Garam dan lada hitam secukupnya
½ sendok teh bubuk cabai merah
¼ cangkir daun ketumbar cincang halus
2 kentang besar direbus dan potong dadu
¼ sendok teh bumbu kari India
2 sendok teh chat masala (campuran cumin panggang, lada hiram, mangga kering, bubuk cabai merah yang sudah dihaluskan)
Bahan Pani
2 sendok teh gula
3 sendok teh jus lemon
1 sendok makan air asam jawa
1 sendok teh bubuk jintan panggang
1 sendok teh bubuk mint kering
Sejumput bubuk cabai merah
Sejumput garam
4 cangkir air

Cara Membuat
Puri
1. Campurkan semua bahan hingga tercampur rata dan tambahkan air kemudian mulai membuat adonan dengan meremasnya.
2. Uleni hingga halus dan lembut serta tambahkan air jika diperlukan
3. Olesi adonan dengan minyak makan dan tutup hingga 30 menit
4. Kemudian uleni lagi adonan hingga lembut dan pisahkan menjadi dua bagian
5. Ambil setengah adonan dan pipihkan dengan pengiling dan taburkan sedikit tepung maida
6.Ambil cangkir kecil dan buat beberapa lingkaran pada adonan untuk membentuk puri
7. Goreng puri yang ada dan tekan dengan sendok untuk membuatnya kebung
8. Bolak balik puri dan angkat saat sudah berwarna coklat keemasan
Tiriskan di kertas tisu untuk menghilangkan kelebihan minyak

Isian
1. Rendam kacang polong semalaman di dalam air lalu tiriskan
2. Masukan kacang polong, kunyit dan soda kue kedalam panci lalu tambahkan air hingga menutupi kacang, masak hingga mendidih.
3. Kecilkan api dan masak kacang polong hingga halus
4. Taburkan lada hitam, bubuk cabai dan garam, dinginkan.
5. Campurkan kacang polong, daun ketumbar, kentang dan chat masala.

Pani
1. Campurkan jus lemon, sari asam jawa, masala, gula, bubuk jintan, bubuk mint
2. Masukan 4 cangkir air
3. Taburi dengan bubuk cabai dan garam
4. Masukan ke dalam wadah dan dinginkan

Untuk menyajikan letakan 6 hingga 8 puri didalam piring kecil, siapkan mangkuk kecil untuk pani dan isian. Buat lobang pada puri dengan menggunakan sendok lalu masukkan isian dan terakhir tambahkankan pani. Pani puri siap disantap sebagai kudapan sore Anda. Ulangi langkah yang sama pada pari yang tersisa. Rasanya eemm yummy. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.