Connect with us

Pasukan Bertopeng Klaim Dirinya Tentara Acheh Merdeka

Aceh

Pasukan Bertopeng Klaim Dirinya Tentara Acheh Merdeka

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pasukan bertopeng pengibar bendera bulan-bintang mengklaim dirinya berasal dari organisasi Tentara Acheh Merdeka. Hal tersebut didasari dari rilis yang dikirimkan ke redaksi media pada tanggal 4 September 2016, kemarin.

Rilis tersebut disebarkan oleh Abu Bakar al-Asyi, orang yang mengaku sebagai juru bicara Tentara Acheh Merdeka (TAM) Komando Pusat Acheh-Sumatera National Liberation Front/Aceh Merdeka. (ASNL/AM)

“Alhamdulillah perayaan pendeklarasian (pengibaran bendera) yang dikoordinir oleh Penglima Komando Tentara Acheh Merdeka telah sukses dilaksanakan di wilayah Samudera Pasee oleh Komando Pusat TAM,” tulis Abu Bakar dalam pernyataan rilisnya.

Para tentara yang tergabung dalam TAM, ujar Abu Bakar, telah mengamankan lokasi pelaksanaan sejak tiga hari sebelum dikibarkannya bendera bulan bintang tersebut yaitu pada tanggal 04 Desember 2016.

Belum jelas lokasi pasti tempat pengibaran bendera oleh pasukan bertopeng tersebut. Email konfirmasi dari redaksi acehkita.com, belum lagi direspon. Sementara dalam rilis tersebut, tidak dicantumkan  nomor kontak yang bisa dihubungi.

Sebelumnya diberitakan bahwa sekelompok orang yang mengenakan seragam loreng dan bertopeng menggelar upacara pengibaran bendera bulan bintang, di lokasi yang belum diketahui.

Dari foto dan video yang beredar sejak Senin kemarin, upacara digelar ala militer dengan pasukan berseragam berbaris rapi membentuk barisan. Tiga pria bertugas sebagai pasukan pengibar bendera. Azan berkumandang hingga bendera berada di ujung tiang. Upacara berlangsung khidmat.

Usai pengibaran bendera, terdengar kalimat baiat yang diucapkan secara serentak oleh seluruh peserta upacara. Baiat tersebut di lafazkan di bawah sumpah.

Dalam video juga ada penyampaian “petuah” oleh seorang pria. Pesan disampaikan menggunakan bahasa Aceh. Belum jelas identitas dan lokasi upacara pasukan bertopeng ini.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan, mengatakan, polisi hingga kini masih menyelidiki lokasi dan kelompok pengibar bendera tersebut.

“Kita mengidentifikasi lokasinya di daerah terpencil dan dilakukan secara tersembunyi,” kata Goenawan saat dikonfirmasi. Pengibaran bendera bulan bintang, kata Goenawan, melanggar aturan dan pelakunya akan ditindak.

“Kita sudah melakukan upaya persuasif mengimbau dan melarang masyarakat Aceh untuk tidak mengibarkan bendera bulan bintang karena itu masih secara hukum belum resmi. Belum disetujui oleh Pemerintah Pusat,” kata Goenawan. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top