Pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie Dimeriahkan Tari Meusyuhu

0
489
Pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie Dimeriahkan Tari Meusyuhu
Malam pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie dimeriahkan penampilan Tari Meusyuhu. (Foto: Abdul Hadi)

SIGLI | ACEHKITA.COM – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Aceh di Kabupaten Pidie, Sabtu malam (21/9). Seremonial pembukaan MTQ dimeriahkan dengan penampilan Tari Meusyuhu yang dimainkan ratusan penari.

Persembahan tarian kolosal di bawah koreografer Yusri Sulaiman ini berupa kolaborasi Rapai Geleng, Rapai Grimpheng, Meugrop, Seudati, Rabbani Wahid dengan diawali Saleum berisi syiar Islam. Pembukaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie ditandai dengan dibunyikan sirene oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang disetai penampilan teatrikal ratusan penari dan pelepasan balon ke udara.

Dalam sambutannya, Nova Iriansyah berharap penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu sarana menjaga kemurnian Al-Quran. Di samping itu, juga menjadi sarana dakwah dengan upaya memperkenalkan Al-Quran kepada masyarakat.

“MTQ menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam menyebarkan syiar Islam karena unsur seni dalam MTQ dianggap sebagai salah satu daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat masyarakat dalam mempelajari Al-Quran,” kata Nova.

Nova mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memandang MTQ sebagai sebuah acara rutinitas atau sebatas ajang kompetisi dalam seni membaca Al-Quran, melainkan harus dipandang sebagai sarana penyebaran dakwah Islam.

“Dengan kegiatan mulia ini kita bisa memperkuat ukhuwah, dan mempererat silaturrahim yang pada akhirnya akan melahirkan kesadaran umat Islam mencintai dan memuliakan Al-Quran,” sebutnya.

Nova mengharapkan lewat kegiatan MTQ dapat menambah minat masyarakat dalam membaca dan belajar Al-Quran serta mengupayakan agar Quran benar-benar tertanam dalam hati masyarakat.

Sementara itu, Bupati Pidie, Roni Ahmad, mengatakan kegiatan pelaksanaan MTQ XXXIV Aceh di Pidie merupakan yang kedua setelah pada tahun 1987, atau 32 tahun lalu juga digelar di Pidie.

“MTQ tahun 2019 di Pidie yang digelar mulai tanggal 21 hingga 28 September ini diikuti oleh 1.170 peserta (584 peserta putra dan 586 peserta putri) serta 1.105 official,” ujar pria yang akrab disapa Abusyik.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ajang MTQ sebagai media untuk pembelajaran transformatif bagi syiar Islam di tengah arus perubahan budaya. “Mari jadikan MTQ sebagai momen strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan penghayatan Quran di kalangan keluarga dan masyarakat,” sebut Abusyik.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.