Pemulangan Jemaah Haji Aceh 2019 Selesai, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

0
316
2 Meninggal di Arab Saudi, 388 Jemaah Haji Asal Pidie Sudah Tiba Kembali di Aceh
Jemaah Haji asal Pidie saat mendarat di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, pada Sabtu (14/9) pukul 02.19 WIB. (Foto: Dok. Kemenag Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pemulangan seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah haji Aceh 2019 sudah selesai pada Minggu pagi (15/9). Dari total 4.666 jemaah haji Aceh pada musim haji 2019, ada dua jemaah yang masih dirawat di rumah sakit dan 15 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Aceh, M Daud Pakeh, mengatakan dengan tibanya kloter 12 jemaah haji debarkasi Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda pada Minggu (15/9) pukul 04.54 WIB, seluruh prosesi pemulangan jemaah haji Aceh sejak Selasa (3/9) lalu, sudah selesai.

“Alhamdulillah, seluruh prosesi pemulangan jemaah haji Aceh sudah selesai kita laksanakan. Tinggal dua jemaah lagi yang nanti kita koordinasikan dengan panitia pusat,” kata Daud, Minggu (15/9).

Lebih lanjut, Kepala Kanwil Kemenag Aceh itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam menyukseskan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji Aceh 2019 di Embarkasi dan Debarkasi Aceh.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat aktif, kepada Pemerintah Aceh, semua instansi yang terkait dan semua pihak yang telah mengambil peran menyukseskan perjalanan haji Embarkasi Aceh, juga insan pers yang telah banyak membantu informasi kepada masyarakat, semoga kerja ini juga menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujarnya.

Dari 4.666 jemaah haji Aceh yang berangkat, kata Daud, 15 jemaah meninggal dunia di Arab Saudi. “Total yang kembali ke Aceh sebanyak 4.649 orang dari kloter pertama hingga kloter terakhir yakni kloter 12,” tuturnya.

Daud menambahkan, ada dua jemaah haji Aceh yang ditunda kepulangannya dari Arab Saudi. Kedua jemaah tersebut masing-masingnya Aminah Muhammad Aji dari Aceh Utara dan Mat Budin Abdul Latif dari Aceh Tamiang.

Ia menjelaskan, Aminah (61 tahun) tergabung dalam kloter 6 rencananya akan dievakuasi langsung oleh tim medis Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) ke Bandara Madinah dan ikut pulang bersama kloter 12. “Tapi tidak jadi, karena masih di Rumah Sakit Al Ansaar, Madinah, pascarawatan karena infeksi paru-paru. Ia juga menderita hipertensi, darah manis dan kepikunan,” ujar Daud.

Sementara Mat Budin (99 tahun) yang tergabung dalam kloter 7 merupakan jemaah tertua se-Aceh musim haji 2019. Ia dirawat di Rumah Sakit King Faisal sejak 18 Agustus lalu karena diagnosa radang paru-paru kronis (COPD), gagal ginjal kronis (CKD) dan detak jantung yang tidak teratur.

“Mat Budin belum direkomendasikan pulang karena masih tidak sadar. Saat ini dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit King Faisal dengan alat bantu pernapasan dan pemasangan selang nasogastrik (NGT),” sebut Daud.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.