Connect with us

Pengorbanan Maritim Australia Dikenang dalam Upacara Bersejarah

Kapal HMAS Perth at Fremantle, 6 August 1941 [FOTO - DOK/Kedubes Australia]

Berita

Pengorbanan Maritim Australia Dikenang dalam Upacara Bersejarah

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Sejarah masa perang yang sama-sama dialami Australia dan Indonesia dikenang dalam satu upacara khidmat, Rabu (28/2/2018), untuk menandai tragedi maritim.

Pada 1 Maret 1942, kapal HMAS Perth I, bersama USS Houston, berhadapan dengan gugus tugas besar kapal Angkatan Laut Jepang di area masuk ke Selat Sunda.

Sebanyak 353 awak terbunuh dalam aksi tersebut atau ikut tenggelam bersama Perth I dan 328 awak selamat ditangkap dan menghabiskan sisa masa perang di kamp-kamp tawanan perang. Kapal USS Houston ditenggelamkan tidak lama kemudian.

76 tahun kemudian, kapal patrol Angkatan Laut Austalia HMAS Larrakia melaksanakan acara peringatan di situs-situs penenggelaman – Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia Allaster Cox dan Wakil Duta Besar Amerika Serikat Erin McKee – meletakkan karangan bunga untuk menghormati mereka yang berjuang, kehilangan nyawanya dan sekarang terbaring di bangkai kapal masing-masing di dasar lautan.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia Allaster Cox, mengatakan kisah HMAS Perth I tetap menjadi koneksi maritim yang sangat bersejarah antara Australia dan Indonesia.

“Ada 353 warga Australia yang terbaring di dasar lautan Selat Sunda. Australia berterima kasih pada pihak berwenang Indonesia atas bantuan mereka merawat situs ini,” katanya dalam rilis yang diterima acehkita.com.

Hal yang sama disampaikan Erin McKee, Penjabat Wakil Duta Besar di Kedutaan Besar AS di Jakarta.

“Adalah harapan kami bahwa orang tidak hanya melihat kedua kapal ini sebagai warisan AS atau Australia, namun malah melihat cerita mereka dan pengorbanan yang dilakukan para pelaut ini sebagai bagian dari sejarah Indonesia,” katanya.

“Harapan kami ikatan sejarah ini akan segera diakui dengan deklarasi Zona Konservasi Maritim untuk melindungi bangkai kapal,” tambah Cox.

Upacara tahun ini cukup istimewa bagi George Hatfield Junior, yang kehilangan ayahnya pada saat kapal HMAS Perth I tenggelam.

Tahun ini, George Junior ikut ambil bagian dalam peringatan. Tahun ini juga menandai perginya salah satu penyintas Perth I, David Manning, yang meninggal bulan lalu pada usia 95 tahun.[]

RILIS

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Berita

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

cermin

Kolom

Cermin

By Nov 22, 2017

Kuliner

Facebook

To Top