Perayaan Tahun Baru Tak Sesuai Syariat Islam

0
832
Azwar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Menjelang pergantian tahun baru 2019, Pemerintah Aceh mengeluarkan imbauan agar tidak merayakan momen tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bahkan mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tidak bikin pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, dan balap-balapan kendaraan.

Surat imbauan nomor 003.2/30781 ditandatangani Nova pada Kamis, 27 Desember 2018. Imbauan itu dikeluarkan karena perayaan tahun baru dinilai melanggar aturan syariat Islam yang berlaku di sana.

Surat tersebut memuat empat poin imbauan. Pada poin pertama, menyebut agar malam pergantian tahun baru 1 Januari 2019 tidak melakukan pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan, dan permainan maupun kegiatan hura-hura lainnya tidak sesuai dengan syariat Islam, adat istiadat, dan budaya Aceh.

Selanjutnya pada poin kedua, pedagang diimbau agar tidak menjualbelikan petasan/mercon, kembang api, terompet atau sejenisnya. Di poin ketiga, masyarakat diharapkan untuk memperkokoh kesatuan dan ketertiban di dalam masyarakat.

“Meningkatkan kepedulian dalam menegakkan syariat Islam dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang dilarang agama serta melanggar peraturan perundang-undangan dan Qanun Syariat Islam,” bunyi poin keempat.

Sebelum gubernur, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman lebih dulu mengeluarkan imbauan serupa. Menurutnya, perayaan tahun baru bukan budaya masyarakat Aceh dan bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh.

““Kita punya tahun baru sendiri yakni 1 Muharram yang harus kita besarkan. Kalau malam tahun baru masehi bukan budaya kita selaku muslim dan memang tak ada dalam ajaran Islam,” kata Aminullah, Rabu (12/12/2018).

Imbauan agar tidak merayakan tahun baru di Aceh dikeluarkan perdana pada tahun 2011. Sebelumnya itu, sekitar tahun 2010, malam pergantian tahun baru di Aceh justru sangat meriah.

Saat itu puncak acara digelar dengan membakar mercon di seputaran Masjid Raya Baiturrahman dan jembatan Pante Pirak. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.