Plt Gubernur Aceh Temui Massa, Janji Selesaikan Persoalan Izin PT EMM

0
301
Plt Gubernur Aceh Temui Massa, Janji Selesaikan Persoalan Izin PT EMM dalam 14 Hari
Plt Gubernur Aceh membaca surat pernyataan menggunakan pengeras suara di hadapan massa. (Foto: Habil/Acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akhirnya menemui ribuan massa aksi demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Aceh di Jalan Teuku Nyak Arief, Kota Banda Aceh, Aceh, Kamis (11/4).

Massa yang tergabung dalam Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) itu terdiri dari mahasiswa pelbagai perguruan tinggi di Aceh. Bahkan mereka datang dari luar Kota Banda Aceh, seperti Kota Lhokseumawe, Bireuen, dan Pidie.

Aksi pada hari ketiga itu menuntut penolakan eksploitasi tambang emas oleh PT Emas Mineral Murni (EMM) di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya.

Amatan Acehkita.com, Nova Iriansyah datang menemui massa di halaman Kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 14.00 WIB. Dia kemudian menyampaikan permohonan maaf karena baru bisa hadir di tengah. Selain itu, ia maaf jika ada mahasiswa yang terluka saat berdemonstrasi.

“Saya mohon maaf atas korban ekses unjuk rasa tiga hari lalu, baik dari mahasiswa, masyarakat, dan polisi,” ujar Nova di hadapan massa.

Dia beralasan, saat unjuk rasa dua hari lalu dirinya tengah mendampingi Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Takengon, Aceh Tengah. Nova kemudian membacakan kronologi pengeluaran izin PT EMM di hadapan massa.

Nova mengaku sepakat dengan massa untuk menggugat izin usaha pertambangan emas PT EMM. “Seluruhnya saya sepakat dengan kawan-kawan, tidak ada kecuali. Perlu saya ulangi, saya sepakat bahwa ini harus kita gugat, tapi caranya sedang kita cari. Kita bentuk akan bentuk tim,” tutur dia.

Tim itu nantinya, kata Nova, terdiri dari mahasiswa, perwakilan lembaga, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan Pemerintah Aceh.

Massa yang mendengar pernyataan dari Nova langsung bersorak. Salah satu dari orator massa mempertanyakan sikap Nova yang menemui massa pada hari ketiga demonstrasi. “Kemarin-kemarin kemana bapak, bapak sudah gagal menjadi pemimpin Aceh,” ujar orator melalui pengeras suara.

Massa juga meminta Nova Iriansyah agar menandatangani surat perjanjian agar dia berkomitmen untuk mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin PT EMM. “Bawa ke sini suratnya, biar saya tanda tangani,” ujar Nova menjawab permintaan massa.

Surat pernyataan itu dibacakan Nova menggunakan pengeras suara yang disaksikan oleh massa. Usai dibaca, Nova menandatangani surat itu di hadapan massa pada pukul 14.42 WIB. Proses itu disaksikan secara dekat oleh perwakilan massa, Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Pol Rio S Djambak, dan sejumlah pejabat lainnya.

Mahasiswa yang berdemo menolak tambang di halaman Kantor Gubernur Aceh. (Foto: Habil/Acehkita.com)

Usai menandatangani surat itu, Nova yang dikawal ketat kembali masuk ke dalam Kantor Gubernur Aceh. Salah satu poin dalam surat itu yaitu Pemerintah Aceh mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin PT EMM.

Dalam jangka waktu 14 hari, Nova diminta agar segera mencabut izin PT EMM. “Jika dalam 14 hari belum ada kepastian, kita akan turun lagi ke sini dengan jumlah massa yang lebih banyak,” kata Mutawali, Koordinator Korps KPA di hadapan massa.

Massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 15.15 WIB dengan tertib diiringi salawat. []