Connect with us

PMI Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

Aceh

PMI Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh mengelar kegiatan Pelatihan dan Simulasi Kebakaran di Lingkungan Kerja, di Aula UTD PMI Kota Banda Aceh, Jumat (29/01). Tujuan pelatihan ini adalah dalam rangka Menyambut Bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional serta pemetaan risiko bencana lingkungan kerja PMI Kota Banda Aceh.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Hagny dalam pembukaan kegiatan tersebut mengungkapkan seluruh peserta mengikuti pelatihan untuk penanggulangan kebakarab.

“Jangan sampai jika terjadi kebakaran di lingkungan sendiri, tapi kita tidak tahu menanganinya, semoga pelatihan ini bermanfaat untuk kita semua,” ujar Qamaruzzaman.

Pelatihan dihadiri oleh tiga pemateri di antaranya Tarmizi memberikan materi penanggulangan bencana dan peta risiko bencana di lingkungan kerja, kemudian dilanjutkan oleh Lil Yusra yang memberi materi pertolongan pertama pada kebakaran serta penanganan jika terjadi kebakaran dan apabila seorang yang mengalami henti jantung dilakukan segera  bantuan hidup dasar yaitu dengan melakukan pijat jantung dengan metode Circulasi, Airway dan Breathing (CAB) sebelum terjadi kematian biologis dengan rentan waktu 8-10 menit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Rusmadi Usman, menyampaikan materi tentang penyebab terjadinya kebakaran di antaranya faktor kelalaian, proses terjadi api, adanya panas, bahan bakar dan udara. Sedangkan untuk memadamkan api dengan menggunakan pendinginan, penguraian, dan oksidasi. Adapun alat pemadam api secara tradisional  antara lain karung goni, pasir, dan lumpur, sementara alat pemadam api secara modern yaitu Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang terbuat dari tepung kimia kering, jenis gas, dan busa.

Dalam kegiatan ini dilakukan simulasi cara penggunaan alat pemadam api secara tradisional dan modern jika terjadi kebakaran. Peserta sangat antusias melakukan simulasi sehingga apa yang disampaikan pada materi sempurna dilakukan pada saat simulasi di lapangan.

Peserta pelatihan diikuti oleh 45 orang yang terdiri atas petugas Unit Transfusi Darah (UTD), kru ambulans, Korps Sukarela (KSR) Unit Markas, KSR Unit Universitas Syiah Kuala, KSR Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, dan KSR Universitas Serambi Mekkah. []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top