Rahmatun Phounna Dilantik Jadi Presiden Mahasiswa Unaya

0
271
Rahmatun Phounna Dilantik Jadi Presiden Mahasiswa Unaya
Pengurus PEMA dan DPM Universitas Abulyatama melakukan foto bersama Wakil Rektor III usai pelantikan. (Foto: Kiriman untuk Acehkita)

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM – Wakil Rektor III Universitas Abulyatama (Unaya), Hady Maulanza, pada Senin (8/4) melantik Pengurus Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unaya. Adapun Presiden Mahasiwa PEMA Unaya periode 2019-2020 dijabat oleh seorang perempuan, Rahmatun Phounna.

Phounna dilantik bersama 70 pengurus PEMA dan 6 pengurus DPM bertempat di Aula Lantai II Gedung C Kampus Unaya, Aceh Besar. Usai mengucap janji pengurus secara serentak, Ketua DPM Unaya, Juliandri dan Presiden Mahasiswa PEMA Unaya Rahmatun Phounna menandatangani berkas janji pengurus di hadapan Wakil Rektor III Unaya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Acehkita dari pengurus PEMA, Wakil Rektor III dalam sambutanya berharap pengurus PEMA dan DPM Unaya periode 2019-2020 dapat mewujudkan karakter mahasiswa yang intelek, sehingga memiliki daya pikir yang berakhlak baik, bermartabat dan terpelajar.

Presiden Mahasiswa PEMA Unaya Rahmatun Phounna menyebutan, momentum pelantikan harus menjadi catatan penting bagi mahasiswa Unaya. “Sebab hari inilah komitmen para mahasiswa yang telah dilantik menduduki posisi baik DPM maupun PEMA. Amanah yang telah mahasiswa berikan itu adalah sebuah kepercayaan yang besar dan jika ada dinamika dalam kepengurusan nantinya adalah bumbu-bumbu organisasi,” sebutnya.

Phounna berharap pengurus PEMA dan DPM yang dilantik tetap solid hingga akhir kepengurusan satu periode ke depan. “Maka kita harus memegang teguh, memperjuangkan hak-hak mahasiswa, harus mampu untuk melakukan tugas kita dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Dia mengaku sangat mengharapkan bimbingan dan arahan baik dari Rektorat maupun Ikatan Alumni Abulyatama (IAA), agar kerja-kerja yang dilakukan nantinya memiliki nilai yang berarti bagi masyarakat.

Kegiatan pelantikan ini dimeriahkan penampilan Recovery Band yang membawakan beberapa lagu, dan dilanjutkan dengan deklarasi penolakan tambang PT. EMM (Emas Mineral Murni) oleh seluruh pengurus dan BEM lingkungan universitas bersama Korps Barisan Pemuda Aceh.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.