Rakor Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 Hasilkan Sejumlah Rumusan untuk Event

0
337
Rakor Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 Hasilkan Sejumlah Rumusan untuk Event
Rapat kerja Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 berlangsung selama dua hari di Sigli. (Foto: Dok. Disbudpar Aceh)

SIGLI | ACEHKITA.COM – Dikenal sebagai Serambi Makkah, Aceh memiliki banyak potensi untuk mengangkat kembali khazanah Islam yang ada di ujung Pulau Sumatera tersebut. Kehadiran event dengan basis nilai-nilai keagamaan juga mencuat dalam Rapat Koordinasi Kebudayaan dan Pariwisata Aceh 2019 sebagai salah satu atraksi wisata.

Rakor yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini berlangsung selama dua hari (10-11/7/2019) di Sigli, mengusung tema “Penguatan dan Penyelarasan Event dalam Mendukung Peningkatan Atraksi Kebudayaan dan Pariwisata Aceh”.

Rumusan hasil juga ikut dipaparkan dalam rakor ini, mulai dari penggunaan branding pariwisata, percepatan pengembangan wisata halal, dan pendataan event-event yang memiliki nilai keunikan daerah.

“Ada 22 rumusan yang berhasil dicapai dari rakor kali ini, semua hasil ini disampaikan ke semua peserta untuk dapat ditindaklanjuti,” sebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, Kamis (11/7).

Pada rumusan tersebut, ia juga menyebutkan, ada beberapa hal yang nantinya bisa dibahas lebih lanjut dengan provinsi terlebih lagi terkait pelaksanaan event.

“Rumusan ini pada dasarnya dapat dijadikan acuan para pihak, khususnya dinas pariwisata daerah dalam menyelaraskan event daerah untuk tahun 2020 nanti,” ujar Jamal.

Ketua Tim Perumus Rakor Rahmadhani dalam paparannya juga menyebutkan, Disbudpar Aceh siap untuk turun daerah jika memang nantinya perlu penguatan dalam mendukung event baik atraksi wisata, budaya dan destinasi.

“Perlu koordinasi dan komunikasi setiap event yang akan didukung oleh Disbudpar Aceh, dan kita di provinsi siap turun ke daerah untuk melakukan konsolidasi pendukungan,” ujar Rahmadhani.

Adanya rumusan tersebut, tambah Kabid Pemasaran Disbudpar ini, pemerintah kabupaten/kota harus serius untuk menentukan sebuah event. “Keseriusan pemerintah di kabupaten/kota harus terlihat, mulai dari jenis event, tema, jadwal dan lokasi,” sebutnya.

Pada rakor yang berlangsung di Sigli juga menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Tim Calendar of Event Kementerian Pariwisata Tazbir yang memaparkan terkait “Event Pariwisata sebagai Daya Tarik Pariwisata Daerah” serta “Pariwisata Halal dan Pengembangan Event” yang disampaikan oleh Faisal Fahdian Puksi selaku anggota tim ahli Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata.[]

AULIA FITRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.