Connect with us

Rektor Unsyiah: Kekerasan HAM Aceh Menimbulkan Luka

Berita

Rektor Unsyiah: Kekerasan HAM Aceh Menimbulkan Luka

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof Samsul Rizal menerima kunjungan kerja Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia, Ahmad Taufan Damanik, Jumat 9 November 2018 di Kampus Darussalam, Banda Aceh.

Dalam pertemuan ini, turut dibicarakan terkait perkembangan penanganan kasus kekerasan HAM di Aceh. Menurut rektor, kekerasan HAM di Aceh menimbulkan luka mendalam bagi semua pihak. Untuk itu, Rektor mengharapkan Komnas HAM dapat bekerja lebih maksimal mencari solusi terbaik untuk penyelesaian kasus ini.

“Selain itu, saya mengajak semua pihak untuk saling memaafkan, menghilangkan dendam konflik yang terjadi selama ini. Mari kita selesaikan dengan musyarawah,” kata Samsul.

Samsul berharap program yang telah direncakan Komnas HAM dapat dijalankan dengan semestinya. Unsyiah sangat terbuka jika diajak terlibat bekerja sama membantu Komas HAM.

Taufan Damanik menyambut baik usulan dan masukan Samsul. Menurutnya, Aceh baginya sangat dekat, Mantan Menteri Hukum dan HAM (Alm) Dr. Hasbullah M. Saad juga Dosen FKIP Unsyiah yang pertama kali mengenalkan Aceh kepadanya. “Aceh laboratorium bagi orang di seluruh dunia. Sebab menjadi rujukan perdamaian bagi negara lain,” ujarnya.

Menurut Taufan, Aceh sebagai provinsi yang menerapkan Syariat Islam, tentu akan sangat menarik jika dilaksanakan diskusi perspektif HAM dalam Islam. Sebab ada banyak persoalan yang masih kontroversi di masyarakat.

Misalnya, ada yang beranggapan bahwa anjuran memakai jilbab sebagai bentuk pelarangan ekspresi kemerdekaan manusia. Padahal menurutnya, jika ditelaah lebih jauh anjuran memakai jilbab bukanlah bagian pemasungan, malah menjadi wujud kemerdekaan yang jauh dari nilai materialisme. “Untuk itu, kami ingin bermitra dengan Unsyiah guna mengkampanyekan hal ini. Sebab Islam punya rumusan kuat tentang keadilan HAM.”

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perjanjian kerjasama dalam waktu dekat.  Taufan menilai, Unsyiah memiliki pakar yang cukup berkompeten  di bidang politik, hukum dan HAM pada Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Selain itu kampus ini juga memiliki Pusat Studi HAM dan Pusat Studi Gender Unsyiah, yang keduanya memiliki semangat yang sama dengan Komnas HAM. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Berita

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top