Connect with us

Romantisnya Musim Gugur di Pulau Nami

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Travel

Romantisnya Musim Gugur di Pulau Nami

Musim gugur menjadi waktu terbaik mengunjungi salah satu pulau buatan yang berada tak jauh dari Seoul, ibu kota Korea Selatan. Puncak musim gugur ditandai dengan dedaunan yang mulai berubah warna. Dan ribuan turis pun bakal ramai mendatangi pulau ini.

Pulau ini terletak di tengah sungai Han. Wilayah pulau ini terlihat seperti daun yang terapung di bagian atas danau Cheongpyeong. Pulau yang terbentuk alami akibat pembangunan bendungan pada tahun 1944 ini, berada di Gapyeong, satu jam tiga puluh menit dari Seoul.

Luas areanya sekitar 460.000 meter dan berjarak 5 kilometer. Penyebutan Nami untuk pulau ini diambil dari seorang jenderal bernama Nami, yang meninggal muda setelah menang melawan perompakan pada masa pemerintahan King Sejo zaman Dinasti Joseon.

Beberapa judul film juga mengambil lokasi di sini, seperti Winterreise dan Riverside Song Festival. Pada tahun 2001 ada lebih dari 270.000 wisatawan yang datang ke pulau ini termasuk dari luar negeri.

Namun yang membuatnya sangat terkenal adalah Drama Winter Sonata yang juga sukses menbuat perkembangan halyu wave atau demam Korea pada tahun 2002.

Setelah drama yang dibintangi oleh Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo ditayangkan oleh KBS (Korean Broadcasting System), lebih dari 650.000 orang berkunjung ke Pulau Nami pada tahun 2000. Jumlah itu terus meningkat mencapai 2,3 juta pada tahun 2012. Sementara pada tahun 2014, lebih dari 3 juta orang berkunjung.

Sehingga tak heran di brosur wisatanya juga tercantum di mana saja lokasi pengambilan gambar untuk drama dilakukan.

Namisoem (Soem dalam bahasa Korea berarti pulau) menganti namanya menjadi Republik Naminara (Nara berarti negara), pada 1 Maret 2006. Dengan nama barunya, Naminara memiliki bendera, lagu kebangsaan, mata uang, paspor, bahkan perangkonya sendiri.

Selain itu, agar menarik minat banyak turis, mereka memberi tiket diskon khusus kepada wisatawan asing. Di antara tiket yang diberi diskon misalnya tiket masuk, gratis sekali minum di guide lounge book cafe dan snow cafe, penggunaan gratis Happy Garden Businees Center termasuk penggunaan komputer, internet, mesin fotokopi dan fax.

Sementara untuk pengunjung muslim, di sana tersedia musala –lengkap dengan tempat wudu, perlengkapan salat, serta Alquran– yang sangat bersih. Tak ketinggalan, jika perut mulai terasa lapar, maka tersedia restoran bersertifikat halal.

Sekarang Pulau Nami sudah memiliki kebun binatang. Di kebun botaninya, pengunjung bisa melihat berbagai jenis tupai, burung merak, kelinci, serta unta yang bermain di kebun terbuka.

Selain hewan, juga terdapat beragam jenis pohon yang berwarna merah, cokelat, dan kuning saat musim gugur tiba. Seperti dereta pohon ginko, pohon maple, dan cornel. Tak ketinggalan, di sana juga ada kebun berisi bunga dahlia, edelwess, cosmo, degonia, dan deretan pohon metasequoia.

Seperti yang ditampilkan dalam drama, pengunjung juga bisa menyewa sepeda untuk berkeliling pulau. Jika ingin lebih menantang, pengunjung bisa naik Zip Wire, yang membuat kita duduk bergelantungan dan meluncur ke Nami.

Berikut sejumlah foto yang diabadikan oleh Khiththati, reporter acehkita.com yang berkunjung ke Korea Selatan pada musim gugur tahun lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Travel

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top