Connect with us

SASTRA | Sebuah Puisi dari Hamdani Chamsyah

Berita

SASTRA | Sebuah Puisi dari Hamdani Chamsyah

Kini
Kami berhenti menangis dalam raung yang pajang berbilang musim
Dalam ketakutan melihat darah yang mengalir
Apakah itu darah anak kami, darah orang tua kami, darah suami kami, darah istri kami, darah saudara-saudara kami
atau
darah kami sendiri.
Kini
Kami berhenti menangis dalam luka yang mendalam
Dalam suara senapan
yang merenggut nyawa
Apakah itu nyawa anak kami, nyawa orang tua kami, nyawa suami kami, nyawa istri kami, nyawa saudara-saudara kami
atau
nyawa kami sendiri.

kini
dalam rentang waktu yang tak tahu unjung dalam pinta yang tak tahu apakah didengar
jangan ada lagi darah yang mengalir, tangis yang meraung kehilangan
tangis orang tua kehilangan anak
tangis anak kehilangan orang tua
tangis istri, tangis suami yang hilang kekasihnya

cukup!
cukup sudah sejarah luka yang tertoreh di negeri ini
jangan terulang lagi sejarah pedih yang penuh dengan derita
cukup sudah air mata kami tumpah
jangan ada lagi raungan kesakitan menjerit
cukup sudah darah yang mengalir
jangan ada lagi pembantai di negeri ini

Wahai yang mendengar pinta kami. Biarkan tangis kami berhenti dalam damai yang kami rasa ini

[Aceh, 3 Mei 2012]

HAMDANI CHAMSYAH
Mahasiswa Gemasastrin FKIP Unsyiah dan Pegiat di Komunitas Jeuneurob dan Teater Rumput

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top