Selain Tempo Media, Ini Peraih 3 Penghargaan di HUT ke-24 AJI

0
1220

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia pada 7 Agustus 2018 merayakan hari ulang tahun ke-24. Perayaan HUT AJI ke-24 digelar dalam sebuah acara malam resepsi bertema ‘Independen di Tahun Politik’ di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (7/9) malam.

Perayaan HUT AJI ke-24 disertai pemberian tiga penghargaan, yaitu Udin Award 2018, Tasrif Award 2018 dan SK Trimurti Award 2018.

Udin Award, diambil dari kata panggilan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin yang meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 di Yogyakarta. Udin dianiaya orang tidak dikenal karena berita korupsi yang ditulisnya pada 13 Agustus 1996, dan meninggal dunia tiga hari kemudian. Sampai saat ini, kasusnya tidak tuntas diusut. Pelaku pembunuhan Udin tak pernah terungkap hingga saat ini.

Sedangkan Tasrif Award didedikasikan untuk mengenang Suardi Tasrif. Sosok ini dikenal sebagai “Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia” dan orang yang tidak kenal lelah memperjuangkan kemerdekaan berpendapat, hak konstitusional yang selalu disebut-sebut sebagai hak fundamental pemenuhan HAM. AJI mengabadikan namanya sebagai penghargaan bagi perorangan maupun kelompok atau lembaga yang gigih memperjuangkan kemerdekaan pers dan kemerdekaan berpendapat pada umumnya.

Adapun pemberian penghargaan SK Trimurti setiap tahun sejak 2008 lalu, diberikan AJI dalam upaya mengenang dan menghormati perjuangan seorang perempuan pahlawan nasional, sekaligus jurnalis perempuan bangsa ini yakni Soerastri Karma Trimurti.

Hayder Affan dan Tempo Media Raih Udin Award 2018
Jurnalis BBC Indonesia, Heyder Affan dan tim Tempo Media terpilih menjadi pemenang Udin Award 2018 yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Penghargaan ini diberikan AJI sebagai upaya untuk mendorong kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Melalui Udin Award, AJI ingin memberikan penghargaan kepada jurnalis maupun kelompok jurnalis profesional, dan memiliki dedikasi pada dunia jurnalistik, serta menjadi korban kekerasan. Para nominasi Udin Award 2018 adalah para jurnalis atau kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan sepanjang Agustus 2017 hingga Juli 2018, dan usulan dari berbagai pihak.

Heyder Affan jurnalis BBC Indonesia dipilih setelah beberapa waktu lalu mengalami pengusiran saat meliput penanganan masalah campak dan gizi buruk di Papua hingga dia tak bisa melanjutkan liputan. Affan dan dua rekannya, diusir oleh aparat keamanan karena dituding memberitakan kondisi yang tidak memihak pada upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.

Dikutip dari laman resmi AJI Indonesia, dijelaskan padahal kritik yang disampaikan media berdasarkan fakta di lapangan, seharusnya disikapi dengan bijak sebagai masukan untuk memperbaiki penanganan campak dan busung lapar di Asmat dan Papua. Pada saat rekannya diusir serta visanya dipersoalkan, Affan terlibat aktif mendampingi dan mengadvokasi kasus tersebut. Dia mengambil risiko besar saat melakukan pendampingan karena intimidasi aparat yang dialami.

Sementara Tempo Media menerima serangan persekusi oleh kelompok Front Pembela Islam setelah menurunkan karikatur yang dianggap melecehkan pimpinan FPI Rizieq Shihab. Jauh sebelum persekusi FPI, Tempo hampir selalu menghadapi serangan serta gugatan namun tak sedikit pun menyurutkan daya kritisnya untuk terus menyajikan berita bagi publik. Tempo dalam setahun terakhir, juga aktif terlibat dalam kolaborasi International Concorsium Investigative Journalists (ICIJ) membongkar persoalan pajak orang-orang penting di negara ini.

Keputusan dewan juri untuk memilih Tim Tempo Media dan Affan, tentunya tidak mengecilkan arti kasus kekerasan yang lain yang terjadi selama setahun terakhir, serta berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan atas kasus itu.

AJI Indonesia sudah empat tahun berturut-turut tak menghasilkan kandidat yang kuat sebagai penerima Udin Award. Namun munculnya dua peraih Udin Award kali ini, sekaligus menandai kondisi keselamatan pers kita masih dibayangi ancaman.

Tasrif Award 2018 Jatuh Kepada Mafindo
Pada Tasrif Award 2018 ini, dewan juri menyatakan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sebagai pemenang Tasrif Award.
Dewan juri menilai, apa yang selama ini dikerjakan Mafindo merupakan satu usaha yang konsisten dan gigih memerangi massifnya sebaran konten-konten bohong atau hoaks.

Mafindo satu di antara lembaga yang fokus pada kerja-kerja verifikasi konten hoaks. Hingga satu setengah tahun sejak berdiiri, lembaga ini sudah memverifikasi setidaknya 2.000 konten yang teridentifikasi hoaks yang menyebar di media sosial. Kerja-kerja fact checking ini dilakukan secara sukarelawan, yang melibat banyak voluntir yang tersebar di banyak kota di Indonesia.

Devi Asmarani Sabet Penghargaan SK Trimurti 2018
Devi Asmarani yang mendirikan Magdalene.co bersama Hera Diani, dinilai oleh dewan juri telah mempunyai kepedulian dan aktif menyuarakan persoalan perempuan dan kesetaraannya. Dia dinilai berani membangun media yang tidak mainstream dan membuat konten yang berbeda di tengah pertarungan media daring yang sengit.

Media daring dan pemanfaatan teknologi tersebut mendapat perhatian dan diyakini menginspirasi dan mengedukasi maysrakat luas, khususnya untuk perempuan. “Inisiatif dan dedikasi inilah yang menurut Dewan Juri layak untuk diapresiasi,” ujar Citra Dyah Prastuti, salah satu dari tiga dewan juri setelah melakukan seleksi terhadap 15 nama.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.