Connect with us

Sepenggal Kisah Prajurit Kodam IM di Lebanon

Kapten Inf Luki. Foto : dok pribadi

Aceh

Sepenggal Kisah Prajurit Kodam IM di Lebanon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – 11 prajurit Kodam Iskandar Muda (IM) mendapat kesempatan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Segudang pengalaman mereka dapatkan di sana dan tentu ada momen-momen yang tidak terlupakan.

Bergabung menjadi Pasukan Garuda yang ditugaskan ke Lebanon tidak mudah. Prajurit-prajurit berprestasi di tingkat kompi berkesempatan ikut seleksi. Jika lulus, loreng khas pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa dan topi baja biru menjadi seragam baru selama setahun.

Adalah Kapten Inf Luki Pardianto, mantan Perwira Seksi (Pasi) Intel Batalyon 112 Raider Kodam Iskandar Muda yang berhasil berangkat ke Lebanon. Ia bersama 10 rekannya dari Kodam IM bergabung dalam kontingen Garuda TNI Unifil 2015-2016. Total ada 1200 prajurit TNI dari seluruh Indonesia dalam kontingen tersebut.

“Kita selama di sana punya banyak pengalaman. Pengalaman kerja karena kita gabung sama beberapa negara lain dan kita diterima dengan baik oleh warga Lebanon,” kata Luki awal pekan lalu.

Warga Lebanon menyambut baik kehadiran Pasukan Garuda. Setiap bertemu, mereka menyapa prajurit TNI dengan teriakan “Garuda”. Momen-momen itu kemudian digunakan Tentara Indonesia untuk makin akrab dengan masyarakat di wilayah berkonflik.

Selama berada di Lebanon, Luki bertugas menjaga kantor pusat United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia memeriksa setiap tamu baik sipil atau pun militer yang hendak berkunjung ke kantor pusat UNIFIL.

“Semua perizinin aksesnya melalui saya,” jelasnya.

Bagi Luki, ada satu kenangan tak terlupakan selama berada di Lebanon. Meski bertugas selama setahun, prajurit TNI tetap diberikan cuti. Tapi syaratnya tidak boleh kembali ke Indonesia. Masa-masa libur itulah kemudian digunakan tentara beragama muslim untuk umrah ke tanah suci.

Mereka ramai-ramai datang ke Arab Saudi untuk melaksanakan umrah. Di sana, ia bertemu dengan kedua orangtuanya yang berangkat dari Indonesia. Setelah beribadah, Pasukan Garuda kembali ke rutinitas sebagai prajurit.

“Tugasnya di sana ada yang jaga perbatasan, tim medis hingga staff officer,” ungkap Luki.

Sore hari usai tugas, Pasukan Garuda biasanya menghubungi keluarga di Indonesia untuk melepas kangen. Mereka berkomunikasi selama satu jam sehari dengan memanfaatkan jaringan internet.

Setelah setahun bertugas, awal Januari kemarin mereka kembali ke Indonesia. Masih kangen dengan Lebanon, pak Luki?

“Anak saya nomor dua saya namai Naqoura yaitu Naqoura Zaskia Putri Pardianto. Naqoura ini nama salah satu tempat di Lebanon. Kenapa saya namai demikian? supaya kenangan di Lebanon selalu menempel erat di kehidupan saya,” kata Luki. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top