Tangkal Hoaks, 28 Jurnalis di Bireuen Ikut Google News Initiative Training Network

0
347
Foto: Halim Mubary/Acehkita.com

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews menggelar Google News Initiative Training Network selama dua hari, Sabtu dan Minggu (7-8/9/2019) di Meuligoe Hotel, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pelatihan untuk menangkal informasi hoaks di media sosial tersebut diikuti oleh 28 jurnalis dari Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Pelatihan ini menghadirkan pemateri Agus Perdana dan Iwan Bahagia.

Materi yang dipaparkan meliputi penggunaan tools di Google untuk mendukung pekerjaan jurnalis sehari-hari. Selain itu, peserta juga dibekali materi cara membedakan hoaks dan fakta, serta memverifikasi informasi di media sosial.

Agus Perdana dari Google News Initiative menyebutkan, jurnalis yang mengikuti pelatihan di Bireuen termasuk beruntung karena selama ini acara serupa hanya dilaksanakan di ibu kota provinsi.

“Tapi AJI Bireuen diberikan kesempatan dan kepercayaan kali ini, sehingga harus dapat dimanfaatkan secara baik mengingat  training ini sangat bermanfaat bagi jurnalis. Karena banyak tools di Google yang bisa dipergunakan para jurnalis dalam memverifikasi informasi,” kata Agus Perdana.

Sementara Iwan Bahagia, yang menjadi pemateri, menuturkan banyak hoaks yang berseliweran di dunia maya yang terkadang tanpa disadari, juga dijadikan rujukan oleh jurnalis.

“Jurnalis harus mampu memilah dan memilih mana informasi hoaks dan fakta. Banyak cara untuk mengecek mana yang fakta dan hoaks, salah satu caranya dengan memanfaatkan tools di Google, baik itu untuk memverifikasi teks berita, foto, dan video,” kata pria yang juga pengurus AJI Bireuen ini.

Foto: Halim Mubary/Acehkita.com

Ferizal Hasan, salah seorang peserta kepada acehkita.com mengatakan, training yang diikutinya sangat bermanfaat terutama tentang penggunaan sejumlah tools di Google yang bisa dipergunakan untuk mengecek hoaks atau fakta.

“Sehingga jurnalis dituntut untuk seakurat mungkin menulis berita dan jauh dari hoaks,” kata Ferizal.

Sebelumnya pada Jumat (6/9/2019), AJI Bireuen juga membekali seratusan mahasiswa dan dosen Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Bireuen, melalui Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene di kampus setempat.

Ketua AJI Bireuen, Bahrul Walidin mengatakan, program yang diinisiasi AJI dan Google News Initiative tersebut bertujuan mengenalkan kepada peserta tentang isu-isu dunia digital dan memberikan pemahaman terhadap perilaku penggunaan internet yang sehat dan cara menangkal hoaks. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.