Connect with us

Tarian Sufi Rabbani Wahed Difilmkan

Berita

Tarian Sufi Rabbani Wahed Difilmkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -Komunitas Pecinta Film Dokumenter akan memfilmkan Tarian Sufi Rabbani Wahed yang berasal dari Samalanga, Bireuen. Hal itu dilakukan agar tarian sufi tersebut dapat dikenal oleh masyarakat di dunia.

Dalam tarian ini, terdapat 30 gerakan yang ditampilkan dengan mengikuti syair dari tarian Meugrob. Awalnya tarian ini hanya bersifat rateb duek (duduk) dan rateb deung (berdiri).

Sutradara film Tarian Sufi, Azhari, mengatakan, untuk membuat film tersebut pihaknya sudah melakukan penelitian selama dua tahun. Film tersebut rencananya akan dibuat dengan durasi sekitar 15 menit.

“Kami sudah melakukan penelitian terhadap film ini selama dua tahun,” kata Azhari dalam rilis yang dikirim kepada wartawan, Selasa (16/10).

Film yang akan digarap oleh Komunitas Pecinta Film Dokumenter ini bercerita tentang perjalanan tarian sufi di Aceh, yang dimulai sejak 1990. Tarian sufi ini berasal dari tarian meugrob (meloncat).

“Tarian sufi ini kebanyakan dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Di film ini juga akan memberikan informasi mengenai gerakan-gerakan dan syair dalam tarian,” jelasnya.

Pendiri Tarian Rabbani Wahed, T. Muhammad Gade, mengatakan, tarian tersebut merupakan tarian Saman pesisir yang bermakna bahwa tuhan satu. Dalam tarian itu juga diajarkan tentang tauhid, agama, dan kekompakan melalui gerakan energi.

Dulu, kata Muhammad Gade, tarian ini dilaksanakan untuk menyambut hari besar Islam. “Tarian Rabbani Wahed ini pada hakikatnya sama dengan tarian meugrob,” ujarnya. “Tarian ini biasa dilakukan pada malam hari raya Idul Fitri yaitu setelah pembagian zakat fitrah.”

Menurut Muhammad, tarian ini dibawakan oleh murid Muhammad Saman. Namun tarian tersebut sudah tidak populer lagi di masyarakat akibat perubahan politik yang terjadi pada perang saudara antara ulee balang dengan ulama yang terjadi pada tahun 1949.

“Tarian Rabbani Wahed Samalanga ini, sudah banyak dinikmati oleh masyarakat luar Aceh, seperti Jepang dan Turki,” pungkasnya.[]

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Berita

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top