Connect with us

Tersangka Kasus Bendera Bertulisan Arab Ditangguhkan Penahanan

Nasional

Tersangka Kasus Bendera Bertulisan Arab Ditangguhkan Penahanan

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Suasana haru tampak di Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Metro Jakarta Selatan, Selasa siang (24/1/2017). Di tengah siraman sinar matahari yang terik, Nurul Fahmi dibebaskan dari sel tahanan.

Nurul adalah simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang kedapatan membawa bendera Merah Putih dengan tulisan Arab saat ikut dalam aksi unjuk rasa di Markas Besar Polri, Senin pekan lalu.

Dalam rekaman video yang beredar di medial sosial, tampak seorang pengunjuk rasa FPI membawa bendera Merah Putih bertulisan Arab. Polisi segera mengusut identitas pelaku dan menangkap Nurul di kawasan Pasar Minggu, Kamis (19/1/2017) malam.

Pria asal Klender, Jakarta Timur, itu mengaku terinspirasi bendera dengan model serupa yang pernah dikibarkan Tentara Keamanan Rakyat pada masa perjuangan kemerdekaan dulu.

Bila pengadilan menemukan bukti bersalah, Nurul terancam dihukum penjara lima tahun sesuai Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara.

Dengan terbata, dia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Majelis Az-Zikra, Ustaz Arifin Ilham, karena telah menjaminnya sehingga bisa ditangguhkan penahanannya.

“Alhamdulilah, puji bagi Allah yang telah menggerakkan semuanya, terima kasih buat guru saya tercinta Ustaz Arifin Ilham, yang telah menjamin saya. Semua ini berkah dari Al Quran,” ungkap Nurul.

Dia juga berterima kasih pada polisi yang telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan. Nurul mengaku diperlakukan dengan baik selama ditahan empat hari.

“Pak Kapolri terima kasih atas penangguhan, Pak Kapolda, Pak Kapolres, Pak Kasat, Pak Kanit dan semua bapak penyidik yang telah kooperatif pada saya, sahabat- sahabat saya di manapun berada terima kasih atas doanya,” katanya.

Ia mengaku membawa bendera Merah Putih bertuliskan kalimat tauhid karena rasa nasionalismenya yang tinggi. Nurul tidak tahu kalau perbuatannya itu melanggar hukum.

“Hanya semangat untuk nasionalis, semangat berjuang bersama,” kata Nurul seperti dikutip dari laman Kompas.com.

Usai berbicara dengan wartawan, Nurul didampingi Arifin berjalan menuju Masjid Nur Abu Wizar yang ada di komplek Mapolres Metro Jakarta Selatan karena adzan Dzuhur telah berkumandang.

Setelah shalat, Nurul dan Arifin melakukan sujud syukur dua kali. Mereka melakukan hal itu sebagai rasa syukurnya kepada Allah.

Kemudian, Nurul – yang merupakan seorang hafidz Al Quran – diantar Arifin pulang ke rumahnya. Ia ingin melepas rindu bersama anaknya yang baru berusia 12 hari.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional

To Top