Connect with us

Tim Ekspedisi Indonesia Biru Berlebaran di Selat Adi Fakfak

Laporan Khusus

Tim Ekspedisi Indonesia Biru Berlebaran di Selat Adi Fakfak

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Dua jurnalis penjelajah Indonesia, Dandhy Dwi Laksono dan Suparta Arz, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah di atas geladak kapal di Selat Adi. Tim Ekspedisi Indonesia Biru ini dalam perjalanan dari Meurauke ke Kepulauan Maluku.

Dandhy dan Suparta baru saja menyelesaikan liputan mengenai perjuangan para Mahuze di Merauke mempertahankan tanah ulayat mereka dari gempuran perusahaan yang tengah mengerjakan proyek sejuta hektar sawah dalam program yang dikenal MIFFE.

Tim Ekspedisi Indonesia Biru bertahan di tengah-tengah Mahuze selama tiga pekan, dari tiga hari yang direncanakan. Potret interaksi tiga pekan ini akan dituangkan dalam dokumenter The Mahuzes.

Duo-jurnalis ini meninggalkan Merauke pada 15 Juli lalu. Menggunakan Kapal Motor Tatamailau, tim menuju Kepulauan Maluku. Ini merupakan destinasi jelajah selanjutnya.

Namun, dalam perjalanan menuju Maluku, KM Tatamailau singgah di sejumlah pelabuhan. Tercatat di Pelabuhan Agats (Asmat) dan Pelabuhan Pomako (Timika).

Saat lebaran, hari ini, KM Tatamailau yang mengangkut 800 penumpang berada di Selat Adi, sebuah perairan antara Maluku dan Papua, dari Kaimana menuju Fakfak.

Semalam, Dandhy dan Ucok mengikuti takbiran di musalla kapal. Di musalla yang sama, mereka melaksanakan salat ied secara kusyuk bersama puluhan penumpang kapal beragama Islam lainnya.

“Meski jauh dari keluarga, berlebaran di atas kapal di tengah laut, menjadi pengalaman yang paling berharga,” kata Dandhy kepada acehkita.com, Jumat siang.

Pagi tadi mereka “merayakan” dengan makan opor ayam, yang menurut Dandhy merupakan menu spesial.

Ucok mengaku terharu bisa berlebaran di tengah kapal. Selain menimba pengalaman hidup, berlebaran di kapal, di tengah-tengah orang asing, memberikan arti tersendiri bagi pria asal Geumpang ini. “Kita akan lebih memahami dan menghayati arti silaturahmi dan persaudaraan,” ujarnya.

“Minal aidzin wal faidzin dan maaf lahir batin untuk semua kawan yang setia mengikuti kisah-kisah perjalanan kami,” ujar Dandhy. []

FG[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Laporan Khusus

To Top