Connect with us

Tinggi, Omset Penjual Souvenir

Ekonomi

Tinggi, Omset Penjual Souvenir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Banyaknya arus kunjungan wisatawan ke Banda Aceh berdampak pada penjualan souvenir atau oleh-oleh khas Aceh. Meski begitu, pembangunan halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ikut berpengaruh terhadap penjualan souvenir.

Amirudddin, penjual souvenir khas Aceh di salah satu toko yang terdapat di kawasan Masjid Raya Baiturrahman menyatakan, sejak pembangunan atau renovasi masjid para pengunjung mulai berkurang. Hal ini ikut berimbas pada penjualan souvenir di tokonya.

Meski begitu, Amiruddin belum mengetahui pasti penurunan penjualan. Sebelum renovasi masjid, dalam sebulan ia bisa meraup penjualan hingga Rp200 juta.

“Setahun bisa mencapai omset Rp2 miliar,” kata Amiruddin kepada acehkita.com, Ahad lalu.

Kerajinan yang dijual terdiri atas pelbagai jenis cinderamata khas Aceh, seperti tas, baju, mukena, peci, dan masih banyak lainnya. Tiap barang yang ditawarkan identik dengan gambar rencong dan pintu Aceh, yang merupakan identitas budaya Aceh. 

Souvenir dipasok dari pelbagai kawasan, seperti Geudong, Sibreh, dan juga Lambaro.  Harga yang ditawarkan juga beragam, untuk aksesoris dimulai dari Rp5.000 sampai dengan Rp300.000, sedangkan untuk bingkai dimulai dari Rp55.000 sampai dengan Rp200.000.

Untuk harga di atas Rp300.000, biasanya itu merupakan barang pesanan khusus dari konsumen, dan juga  dibuat tidak dalam jumlah banyak. Konsumen tidak hanya berasal dari Aceh, namun juga dari luar daerah seperti Jambi dan Palembang, dan juga mancanegara seperti Malaysia. []

RISMAYANTI (Mahasiswa Muharram Journalism College)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi

To Top