Connect with us

Umrah untuk Nyak Sandang

Aceh

Umrah untuk Nyak Sandang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Mengenakan peci putih, Nyak Sandang tampak bahagia. Di bagian lehernya terlilit kain biru. Ia mengenakan kemeja batik biru. Sebuah tongkat digenggam erat dengan kedua tangannya. Tali kartu nama menggantung di leher. Saat berada di bandar udara Sultan Iskandar Muda (SIM), dia duduk di kursi roda.

Selasa kemarin, kakek berusia 91 tahun itu berangkat ke tanah suci Mekkah dari Bandara SIM guna menunaikan ibadah umrah.

“Lon lakei doa bak ureung droen mandum supaya kamoe seulamat troh u tanoh suci. Teurimong geunaseh beu rayeuek that kepada yang ka neu bantu kamo untuk umrah,” kata Nyak Sandang dalam bahasa Aceh. Tangannya berusaha menyeka air mata yang perlahan keluar. Ia terharu.

“Saya minta doanya dari kalian semua, semoga kami selamat sampai ke tanah suci. Terima kasih banyak kepada yang telah membantu kami umrah.”

Nyak Sandang, tak pernah menyangka harapannya untuk menginjakkan kaki di tanah suci akan terwujud sebentar lagi. Nyak Sandang berangkat umrah atas sedekah seorang hamba Allah dari Semarang yang tidak mau disebutkan namanya.

Kepada Rahmat Aulia, seorang warga Aceh, sang hamba Allah tersebut mengatakan bantuan umrah diberikan kepada Nyak Sandang karena sangat terharu dengan apa yang sudah Nyak Sandang berikan selama ini untuk negara.

“Saya sangat tersentuh dengan kisah Nyak Sandang yang saya baca dari berita-berita media online. Saya nggak habis pikir beliau membantu negeri ini tanpa mengharapkan apa-apa. Tulus dari hati terdalam,” kata dia sebagaimana disampaikan Rahmat Aulia.

Hamba Allah itu, kata Rahmat, sempat menjenguk Nyak Sandang dua kali ketika masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, ketika menjalani operasi mata.

Rahmat mengatakan Nyak Sandang berangkat umrah Selasa kemarin sekitar pukul 14:00 WIB. Penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia itu terbang ke Jeddah menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Siapa Nyak Sandang?

Nyak Sandang, seorang warga Lamno, Aceh Jaya adalah salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Dia memilikinya bukti obligasi Pemerintah Indonesia tahun 1950.

Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.

Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara.

Presiden Sukarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Bertemu Presiden

Nyak Sandang sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018 sekitar pukul 18.25 WIB. Nyak Sandang datang ditemani oleh dua orang anaknya, Maturidi dan Khaidar.

“Ini Pak Jokowi, Ayah. Dia senang sekali bisa bertemu Presiden,” kata Maturidi menerjemahkan Nyak Sandang yang berbicara dalam bahasa Aceh.

Dalam pertemuannya dengan Kepala Negara ini, Nyak Sandang pun mengutarakan beberapa permohonan kepada Presiden. Salah satunya mengenai bantuan untuk operasi katarak.

“Baik nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya,” jawab Presiden.

Selain itu, Nyak yang berusia 91 tahun pun meminta agar dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh. Presiden pun menjawab bahwa nanti akan dikirimkan tim untuk mengecek kondisi di sana.

Ingin Naik Haji

Di hadapan Jokowi, Nyak Sandang mengutarakan niatnya untuk menunaikan ibadah haji. “Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua,” lanjut Maturidi.

Terkait hal ini, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan mengupayakannya dan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Presiden pun menawarkan untuk umrah terlebih dahulu.

“Mengingat haji kan ada antriannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama,” kata Presiden saat itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top