Connect with us

Unsyiah Luncurkan Lab Bencana di Sekolah

Foto: Humas Unsyiah

Kampus

Unsyiah Luncurkan Lab Bencana di Sekolah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) meluncurkanDisaster Education Laboratory (Laboratorium Pendidikan Bencana) pertama di sekolah. Peluncuran tersebut berlangsung di SD Negeri 48 Banda Aceh, Selasa 16 Januari 2017.

Peneliti UPT Mitigasi Bencana Unsyiah, Rina Suryani Oktari mengatakan, pengembangan Laboratorium Pendidikan Bencana ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat. Laboratorium ini pertama kali dikembangkan di  gedung TDMRC Unsyiah.

“Lab ini terbuka untuk para siswa dari sekolah manapun serta masyarakat umum yang ingin berkunjung,” katanya.

Ia menjelaskan, dirinya bersama Ibnu Rusydy selaku peneliti UPT Mitigasi Bencana dan 6 mahasiswa kembali melanjutkan program yang telah dijalankan sebelumnya oleh UPT Mitigasi Bencana.

“Dari hasil penelitian yang kami lakukan, mayoritas sekolah tidak melanjutkan kegiatan pendidikan kebencanaan di sekolah. Alasannya karena beranggapan kegiatan tersebut butuh dana yang besar,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rina, disebabkan adanya mutasi kepala sekolah dan guru yang telah dilatih. Jadi kami ingin mengembangkan kembali laboratorium ini sehingga siswa dan guru dapat mengakses pengetahuan tentang kebencanaan kapan saja.

Pihaknya ingin lab pendidikan bencana ini tetap berlanjut di sekolah. Secara umum lab ini terdiri dari 3 fasilitas, yaitu multimedia corner, reading corner, danmini expo.

Sementara itu, Wakil Kepala SD Negeri 48 Banda Aceh, Muhammad Fathoni berterima kasih kepada Unsyiah yang sudah mengembangkan lab pendidikan bencana di sekolahnya.

“Sekolah kami sangat rawat terhadap bencana, khususnya tsunami. Jarak sekolah dengan laut sangat dekat. Dengan adanya lab, siswa mendapat pengetahuan tentang bencana.”

SD Negeri 48 terletak di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Sekolah ini hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari bibir pantai. Kecamatan Meuraxa merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak tsunami.

Kecamatan ini mengalami korban jiwa terbanyak yaitu 25.561 jiwa baik yang meninggal maupun hilang. Kerusakan rumah mencapai 4.949 unit. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Kampus

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top