Connect with us

Upacara di Perbatasan India – Pakistan

Travel

Upacara di Perbatasan India – Pakistan

Ketegangan di perbatasan setiap negara selalu berbeda. Tapi di perbatasan negara India dan Pakistan, mereka berteriak, berdendang, bertepuk tangan, bersiul, dan riuh.

Wagah merupakan sebuah desa yang terletak di antara negara India dan Pakistan. Di desa ini ada jalan besar yang menghubungkan kedua negara. Jalan ini terkenal dengan sebutan “Grand Trunk Road”. Jalan ini membelah daerah Punjab menjadi Amritsar di sebelah India dan Lahore di bagian Pakistan.

Garis pembatas atau radcliffe line ditarik pada tahun 1947 yang menandai perbatasan negara. Walaupun garis pembatas ini menjadi sejarah paling berdarah untuk kedua negara, namun kini para wisatawan dapat secara teratur mengikuti acara di perbatasan ini.

Upacara di sini menarik minat wisatawan lokal dan asing. Upacara yang dikenal sebagai Beating Retreat Ceremony sudah dimulai semenjak tahun 1959, setiap sorenya dan tetap menarik mata puluhan pengunjungnya sampai sekarang.

Upacara ini termasuk penurunan bendera ini dilaksanakan bersama sama oleh Pasukan Keamanan India (Border Security Force, BSF) dan Pakistan (Pakistan Rangers).

Acara yang berlangsung selama 30 menit ini ditandai dengan gerakan seperti manuver dengan mengangkat kaki setinggi tingginya. Para penonton berbalas siulan dan yel-yel, bahkan sering kali memutar lagu-lagu Bollywood sebelum upacara dimulai.

Dari sebelah India kita juga bisa melihat penonton dari Pakistan. Hindustan Zindabat (panjang umur India) kemudian di seberang pagar terdengar Pakistan Pakistan bersahut-sahutan.

Seremoni dimulai dengan sebuah bunyi terompet. Parade dimulai dan surat Ar-Rahman juga turut dibaca sebelumnya. Kedua belah pihak melakukan gerakan dan peragaan yang berbalas.

Ketika lagu kenegaraan dinyanyikan semua peserta berdiri dan menyimak dengan khidmat. Beberapa saat setelah bendera diturunkan perayaan berakhir dan gerbang perbatasan segera ditutup.

Kisah masa lalu kedua negara yang berdarah, hubungan diplomatik yang panas dingin, bahkan terkadang buruk. Namun kedua bangsa terasa bersahabat di perbatasan dengan sorak riuh dan ramai.

Berikut beberapa foto yang direkam oleh Khiththati, reporter acehkita.com yang berkunjung ke India beberapa waktu lalu.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Travel

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top