Usai Disalatkan di Masjid Salam Kairo, Jenazah Ikram Dipulangkan ke Aceh

0
776
Ikram, Mahasiswa Aceh yang Dirawat Intensif di Kairo, Meninggal Dunia
Muhammad Ikram Zamzami. (Foto: Dok. KMA Mesir)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Teungku Rif’at Zaki, mahasiswa Universitas Al-Azhar yang mendampingi Muhammad Ikram Zamzami sejak awal masuk rumah sakit di Kairo, menyampaikan bahwa jenazah Ikram pada pukul 15.00 waktu Kairo dishalatkan di Masjid Al Salam, Nasr City, Kairo. Setelah disalatkan, pada malamnya jenazah akan dipulangkan ke Aceh dengan menggunakan pesawat Turkish Airlines.

“Jika tidak ada kendala, kemungkinan jenazah akan tiba di Jakarta pada Selasa malam, dan akan tiba di Banda Aceh pada hari Rabu,” sebutnya dalam keterangan kepada Acehkita.com, Minggu sore (21/4).

Sebelum melaksanakan salat jenazah, dia dan teman-temannya yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir baru selesai mengurusi proses administrasi dengan pihak El-Sefarat Hospital, Kairo.

Rif’at menyampaikan kondisi Ikram sempat membaik setelah operasi luka di kaki yang mengakibatkan komplikasi terhadap jantung, ginjal, dan hati. Namun, pada malam hari kondisi Ikram mulai kembali memburuk. Ikram menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (21/4), pukul 02.00 dini hari jelang Subuh waktu Kairo.

“Setelah operasi, kondisi Ikram sempat membaik, tapi pada malam hari kondisinya drop lagi. Ikram meninggal dunia pada pukul 02.00 dini hari,” ujar Rif’at.

Terkait pemulangan jenazah Ikram ke Aceh, Rif’at menyebutkan, senator Aceh Sudirman Haji Uma kembali menyumbang untuk proses pemulangan jenazah Muhammad Ikram Zamzami yang sempat kritis beberapa hari di rumah sakit El-Sefarat Kairo.

“Haji Uma mengirimkan uang sebesar 15 juta rupiah untuk proses administrasi rumah sakit dan pengurusan jenazah. Sebelumnya, dalam proses pengobatan, Haji Uma juga sudah menyumbang 5 juta,” sebutnya.

Rif’at menyatakan bahwa Haji Uma merupakan elit Aceh pertama yang menghubungi Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir dan terus rutin berkomunikasi tentang kesehatan Ikram.

“Haji Uma merupakan elit dan politisi Aceh pertama yang menghubungi kami di sini. Alhamdulillah beliau cukup rutin berkomunikasi dengan kami dan juga cukup membantu. Kami sangat berterima kasih kepada beliau dan kepada semua dermawan yang sudah membantu kami di sini, terutama Haji Uma. Bahkan, ketika almarhum meninggal, beliaulah yang menghubungi kami pertama sekali dari Aceh,” ujar Tgk Rif’at.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.