Connect with us

Usir Gajah Liar, Warga Kandang Kenduri Tulak Bala

Foto: Habil Razali

Aceh

Usir Gajah Liar, Warga Kandang Kenduri Tulak Bala

ACEHKITA.COM | PIDIE – Masyarakat Kemukiman Kandang menggelar kenduri ‘tulak bala’ di kuburan Tgk Meureuhom Dikandang, Desa Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie, Rabu 19 April 2017.

Kenduri sekaligus doa bersama bertujuan untuk menghalau gajah liar yang mendiami permukiman warga di sana sejak dua pekan terakhir.

Pantauan acehkita.com, kenduri mulai dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB. Acara dibuka dengan berzikir serta do’a ‘tolak bala’. Kemudian ditutup makan bersama. Selain itu, warga turut memberikan santunan kepada 65 anak yatim setempat.

Imum Mukim Kandang, Tarmizi Ismail, kepada acehkita.com mengatakan kawanan gajah liar kemarin telah berhasil dihalau oleh warga, polisi dan TNI kembali ke habitatnya di hutan.

“Dengan menggelar kenduri seperti ini, kita berdo’a kepada Allah supaya gajah liar tidak lagi mendiami di permukiman warga dan tidak mengganggu masyarakat,” kata Tarmizi.

Tarmizi menambahkan gajah liar pertama sekali turun memasuki Desa Kandang sekitar dua pekan lalu. Kawanan gajah liar ini sebenarnya telah mendiami perkebunan produktif warga di Pidie sejak Desember 2015.

Di Kandang, gajah liar tersebut bertahan dua pekan di kawasan hutan di sana. Selama itu, sebanyak empat Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya berada di sekitar hutan desa itu lantas mengungsi.

Pada Kamis malam, 13 April pekan lalu, seekor gajah liar betina melahirkan seekor bayi di hutan Desa Kandang. Tak pelak, upaya pengusiran pun terpaksa dihentikan sementara kala itu dikarenakan induk gajah yang semakin agresif. “Kami menilai, respon pemerintah terhadap gajah liar yang mendiami permukiman penduduk ini sangat lamban,” ujar Tarmizi.

Sebelumnya, kenduri ‘tulak bala’ juga pernah digelar oleh warga Kecamatan Keumala pada Senin, 3 April 2017 di Desa Cot Seutui. Tujuannya pun sama, supaya konflik gajah dengan warga tidak lagi terjadi di sana. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top