1 Syawal 1440 H Diprediksi 5 Juni, Kemenag Aceh Pantau Hilal di 8 Titik pada 3 Juni

0
834
Pemantauan hilal di Lhoknga, Aceh Besar. Foto: Khairul GP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Badan Hisab Rukyat (BHR) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan melakukan pengamatan atau rukyatul hilal awal Syawal di Gedung Pusat Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, pada Senin (3/6) bertepatan puasa 29 Ramadan.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh M. Daud Pakeh mengatakan, secara perhitungan 1 Syawal 1440 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019, dan bahkan sudah ada ormas yang telah menetapkan awal Syawal 1440 H pada hari tersebut. Namun, Kemenag Aceh mengimbau kepada masyarakat untuk kepastiannya penetapan 1 Syawal 1440 H tetap menunggu keputusan Menteri Agama yang akan ditetapkan dalam sidang isbat pada 3 Juni 2019 di Jakarta.

“Insya Allah Kemenag Aceh akan memantau hilal Syawal di Pusat Observatium Hilal Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga pada 3 Juni, dan hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Menteri Agama sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penentuan awal Syawal 1440 H,” sebut Daud Pakeh dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (31/5).

Menurutnya, hari raya Idul Fitri tahun ini berpotensi dimulai secara bersamaan pada Rabu (5/6). Namun, untuk kepastiannya tetap menunggu Sidang Isbat. Aceh dipercayakan sebagai salah satu provinsi yang ikut memantau hilal bersama sejumlah provinsi lainnya.

Daud Pakeh menyebutkan, selain di pusat Observatorium Hilal Aceh di Lhoknga, pengamatan hilal di Aceh juga dilaksanakan di tujuh lokasi lainnya. Masing-masingnya di Aceh Utara/Lhokseumawe di Bukit Tower PT Arun, Aceh Jaya di Gunung Cring Cran, Kabupaten Aceh Barat di Pantai Suak Geudeubang, Aceh Selatan di Pantai Lhok Keutapang, Simeulue di pantai Desa Nacala Teupah Barat, Kota Sabang di Tugu Kilometer Nol Indonesia, dan Kabupaten Aceh Barat Daya di pantai Ujong Manggeng.

“Insya Allah Kementerian Agama Aceh akan merukyat hilal Syawal 1440 H minimal di 8 lokasi, kita telah menginstruksikan kepada beberapa Kakankemenag kabupaten/kota sama seperti pada saat pengamatan hilal Ramadan untuk melakukan koordinasi dengan Mahkamah Syar’iyah, Dinas Syariat Islam, MPU, instansi terkait, ormas Islam dan tokoh masyarakat. Hasilnya dilaporkan kepada Kanwil Kemenag Aceh melalui Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah,” sebut Daud.

Kakanwil Kemenag Aceh menyampaikan, pengamatan hilal tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan mengajak masyarakat untuk menyaksikan pengamatan hilal awal Syawal. Sebab pengamatan hilal itu akan dimulai dengan proses pembelajaran oleh Pakar Falakiyah BHR Kanwil Kemenag Aceh.

“Acara dimulai dari pukul 17.00 WIB, semua alat yang dibutuhkan untuk pengamatan nantinya akan disiapkan, silahkan datang untuk melihat langsung untuk pembelajaran, terbuka untuk umum, boleh datang siapa saja, karena selama ini Pusat Observatorium Hilal Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga juga dimanfaatkan untuk pembelajaran bagi siswa, mahasiswa dan masyarakat umum,” ujar Daud.

Alfirdaus Putra, Anggota Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan, alasan pengamatan hilal awal Syawal 1440 H dilaksanakan pada 3 Juni bertepatan dengan 29 Ramadan karena pada hari itu terjadi konjungsi bulan matahari yang disebut dengan ijtimak awal Syawal, yaitu pada pukul 17.03 WIB.

“Posisi hilal pada saat pengamatan diperkirakan masih minus 0 derajat 11 menit di bawah ufuk. Sehingga secara data dan berbagai kriteria penentuan awal bulan kamariah, hilal mustahil terlihat pada hari tersebut, maka jumlah Ramadan diistikmalkan (disempurnakan) 30 hari, namun kepastiannya tetap menunggu hasil Sidang Isbat,” kata Alfirdaus.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.