BPOM Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar di Banda Aceh

0
912
BPOM Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar di Banda Aceh
Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito, dalam agenda pemusnahan produk ilegal di Banda Aceh. (Foto: Husaini/Acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memusnahkan produk obat dan makanan ilegal senilai lebih dari Rp1,2 miliar di Banda Aceh, Rabu (20/3). Produk ilegal tersebut merupakan hasil temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh tahun 2018.

Produk ilegal yang dimusnahkan ini terdiri dari obat dan makanan tanpa izin edar juga yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat manfaat, dan mutu,” sebut Penny usai melakukan pemusnahan secara simbolis di halaman BBPOM di Banda Aceh, Rabu (20/3). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dalam mesin insinerator. Selebihnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk dimusnahkan dengan cara dirusak kemasan dan dikeluarkan isinya lalu ditanam.

Ia menyebutkan, produk temuan terbanyak yang dimusnahkan ialah produk kosmetik dengan jumlah 818 (24.292 kemasan). Produk lainnya terdiri dari 580 item (36.849 kemasan) obat, 18 item (433 kemasan) pangan, 240 item (131.187 kemasan) obat tradisional/suplemen kesehatan.

Menurutnya, besarnya nilai pemusnahan tersebut menjadi sebuah sinyal masih maraknya peredaran produk ilegal dan substandar di Banda Aceh. Sehingga menuntut BPOM untuk terus meningkatkan kinerjanya. “Saat ini pengawasan obat dan makanan di Banda Aceh telah diperkuat dengan adanya Kantor POM di Aceh Selatan dan Kantor POM di Aceh Tengah,” ujarnya.

Penny menyatakan BPOM terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Indonesia dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat dengan selalu “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) dalam memilih produk obat dan makanan.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.