Pemerintah Cabut Pembatasan Akses Media Sosial, WA Sudah Bisa Kirim Foto-Video Lagi

0
1063
Kominfo Cabut Pembatasan Akses Media Sosial, WA Sudah Bisa Kirim Foto-Video Lagi
Ilustrasi fitur platform media sosial. Foto: Pixabay

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Mulai pukul 13.00 WIB hari ini Sabtu (25/5), fitur platform media sosial dan pesan instan kembali normal. Layanan pesan instan WhatsApp (WA) sudah bisa berkirim foto dan video. Hal ini seiring pembatasan akses terhadap media sosial telah dicabut oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan melakukan normalisasi atas pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan pesan instan.

Menteri Kominfo Ridiantara menyampaikan normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video itu diambil karena situasi yang kondusif. “Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging (dicabut dan fitur bisa) difungsikan kembali,” sebut Rudiantara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4).

Baca: AJI: Hormati Hak Publik, Cabut Pembatasan Akses Media Sosial

Menteri Kominfo mengajak semua warganet agar senantiasa menjaga dunia maya dan dipergunakan untuk kegiatan positif. “Saya mengajak semua masyarakat pengguna media sosial, instant messaging maupun video file sharing untuk senantiasa menjaga dunia maya Indonesia. Digunakan untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Rudiantara juga mengajak warganet Indonesia untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi. “Ayo kita perangi hoaks, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan.”

Lebih lanjut ia menyebutkan, Kementerian Kominfo mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta.

“Kami mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (uninstall) aplikasi virtual private network (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.