Ngopi: Tindakan Mencegah Anak dari Pornografi Sangat Diperlukan

0
303
Ngopi: Tindakan Mencegah Anak dari Pornografi Sangat Diperlukan
Ngobrol Seputar Opini (Ngopi) dengan topik 'Internet Sehat Yes, Pornografi No' di di Banda Aceh, Senin 22 April 2019. (Foto: Kiriman untuk Acehkita)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Nevi Ariyani menyatakan kemajuan teknologi saat ini tidak dapat dihindari, selain memberi dampak positif, namun juga memberikan dampak yang buruk bagi penggunanya.

Apalagi, tambah Nevi, dengan adanya konten pornografi yang bahaya kecanduannya bisa empat kali lebih berat dari narkoba. “Tingkat bahayanya menurut ahli, empat kali lebih berat dari ketagihan narkoba,” ujarnya pada “Ngopi” (Ngobrol Seputar Opini) dengan topik ‘Internet Sehat Yes, Pornografi No‘ di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Senin (22/4).

Selain Nevi Ariyani, kegiatan yang diadakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh juga menghadirkan dua narasumber lainnya. Marwan Nusuf Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh, dan Diah Erti Idawati Wakil Ketua Penggerak PKK Aceh.

Tampil sebagai narasumber, Diah Erti menyampaikan bahwa penggunaaan teknologi informasi yang baik dan mendidik perlu terus ditingkatkan. Begitu juga kesadaran orang tua dalam memberi fasilitas serta cara penggunaan peralatan seperti gadget dan akses internet pada anak harus terpantau dengan baik, sehingga potensi anak berselancar pada konten pornografi terhindarkan.

“Yang pertama orang tua haruslah menjadi contoh atau role model bagi anak,” sebut Diah.

Menurutnya, tindakan mencegah dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya pornografi sangat diperlukan sehingga tidak merusak diri mereka sendiri yang merupakan generasi masa depan bangsa.

“”Tidak ada solusi yang instan, dilakukan secara terus-menerus untuk mengobati kecanduan pornografi, harus semuanya bergerak,” kata Diah.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Marwan Nusuf menyampaikan pemerintah berusaha untuk memblokir situs-situs pornografi. “Data di kita, sampai Desember 2018, orang yang coba mau akses situs terlarang ada 2 juta orang,” ujarnya

Marwan menyatakan pemerintah akan terus berupaya memberikan pemahaman atas dampak buruk pornografi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat serta upaya pencegahan atas bahaya pornografi.

“Kita Pemerintah Aceh one for all all for all, ini adalah satu kesatuan dari Pemerintah Aceh melalui kegiatan ini untuk menyadarkan masyarakat, menjaga anak-anaknya dari bahaya pornografi,” kata Marwan menutup diskusi.

Kegiatan ‘Ngopi’ yang disiarkan oleh dua radio ini diikuti perwakilan Komunitas Masyarakat, Dinas P3A, SMA/SMK Kota Banda Aceh, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan jurnalis.[]

KHITHTHATI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.