Aceh Peringati Delapan Tahun Tsunami Jepang

0
782
Aceh Peringati Delapan Tahun Tsunami Jepang
Peringatan delapan tahun tsunami Jepang yang digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Senin 11 Maret 2019. (Foto: Dok. Disbudpar Aceh)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Museum Tsunami Aceh kembali menggelar peringatan bencana gempa dan tsunami 11 Maret yang terjadi di Sendai, Jepang.

Koordinator Museum Tsunami Hafnidar menyebutkan, peringatan delapan tahun tsunami Jepang tersebut dilaksanakan oleh Museum Tsunami Aceh bersama Komunitas Aceh-Jepang yang setiap tahun rutin diperingati.

“Alhamdulillah dan penuh syukur, kita bersama komunitas kembali dapat menggelar peringatan tsunami sebagai bentuk belajar dari pengalaman untuk dapat mengurangi dampak resiko bencana,” sebut Hafnidar pada peringatan delapan tahun tsunami Jepang yang digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Senin (11/3).

Dalam keterangan tertulis Disbudpar Aceh, Hafnidar menyebutkan, Museum Tsunami Aceh bukan sebatas museum sejarah alam dan juga museum umum pada umumnya, namun sebagai tempat khusus memorial museum yang bermanfaat bagi preservasi, riset, dan komunikasi untuk edukasi bencana.

“Museum Tsunami selalu terbuka untuk aktivitas anak muda termasuk peringatan hari ini, dan kita akan selalu mengedepankan kerja sama dalam hal pembelajaran dimana pun bencana itu terjadi karena semua orang berhak mendapatkan edukasi untuk kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin yang juga hadir dalam peringatan 8 tahun tsunami Jepang menyebutkan, Aceh dan Jepang memiliki memori yang sama terhadap bencana tsunami.

“Adanya kegiatan peringatan ini menjadi bagian dari saling mengingat dan berbagi pengalaman bencana dan pascabencana sebagai bentuk persahabatan dua negara,” ujar Jamal di hadapan undangan yang hadir termasuk Konsulat Jenderal Jepang di Medan Mr. Takeshi Ishi.

Jamaluddin juga mengucapkan terima kasih atas komunitas-komunitas Aceh dan Jepang yang telah membangun dan membina hubungan baik dengan sesama. “Saya mewakili masyarakat Aceh, berharap dan berdoa agar masyarakat Jepang terus kuat dan kita dapat belajar bersama tanpa batas waktu untuk terus siaga bencana,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.